DBS NEWS, SOPPENG – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Soppeng kembali kalah dari Kabupaten Sidrap, Barru dan Wajo.
IPM merupakan salah satu indikator dalam mengukur keberhasilan atau kinerja pembangunan kualitas hidup manusia pada suatu wilayah.
IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya.
IPM dibangun oleh tiga dimensi dasar, yaitu kesehatan, pendidikan dan standar hidup layak.
Pada dimensi kesehatan, digunakan indikator Angka Harapan Hidup dalam pengukurannya.
Sedangkan pada dimensi pendidikan, digunakan indikator Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah dalam pengukurannya.
Sementara untuk mengukur dimensi hidup layak digunakan indikator kemampuan daya beli.
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng, tahun 2022, nilai IPM Kabupaten Soppeng berada di angka 69,7.
Nilai IPM Kabupaten Soppeng pada tahun 2022 ini meningkat 0,71 poin dari tahun sebelumnya.
Akan tetapi, kondisi IPM di Kabupaten Soppeng masih di bawah angka IPM Provinsi Sulawesi Selatan.
Jika dibandingkan dengan daerah-daerah yang berbatasan langsung secara geografis dengan Kabupaten Soppeng. Nilai IPM Kabupaten Soppeng masih tergolong cukup rendah.
Nilai IPM Kabupaten Soppeng bahkan hanya menempati peringkat dua terbawah, hanya lebih tinggi daripada Kabupaten Bone.

Sementara itu, jika melihat dari capaian setiap komponen IPM, untuk dimensi kesehatan, khususnya indikator Angka Harapan Hidup, nilai Kabupaten Soppeng terbilang cukup tinggi.
Bahkan jika dibandingkan dengan empat kabupaten di sekitarnya, Soppeng menduduki posisi dua teratas yang hampir serupa dengan Kabupaten Sidrap.
Harapan hidup penduduk Kabupaten Soppeng pada tahun 2022 mencapai usia 69 menuju 70 tahun.

Hal ini menunjukkan bahwa kualitas kesehatan di Kabupaten Soppeng terbilang cukup baik, sebab harapan seseorang untuk berumur panjang tergolong tinggi.
Dari dimensi pendidikan, Harapan Lama Sekolah Kabupaten Soppeng berada pada posisi tiga terbawah di antara lima kabupaten lainnya.
Harapan lama sekolah penduduk Kabupaten Soppeng pada tahun 2022 mencapai 13 tahun.

Hal ini menunjukkan bahwa harapan seseorang mendapat pendidikan di Kabupaten Soppeng tidak terlalu tinggi.
Atau dengan kata lain harapan seseorang untuk sekolah sampai dengan jenjang pendidikan tinggi masih rendah.
Sedangkan pertumbuhan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Soppeng terus mengalami peningkatan.
Pertumbuhan ini bahkan lebih tinggi dari Kabupaten Wajo dan Kabupaten Bone, dimana harapan lama sekolah mereka cukup tinggi.
Rata-rata lama sekolah penduduk Soppeng pada tahun 2022 hanya 7 hingga 8 tahun atau setara dengan sekolah menengah pertama (SMP) tetapi tidak sampai tamat.

Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata lama sekolah di Kabupaten Soppeng lebih mendekati pada harapan lama sekolahnya.
Selanjutnya dari dimensi hidup layak dengan indikator kemampuan daya beli. Pada tahun 2022, pengeluaran perkapita di Kabupaten Soppeng masih tergolong rendah walaupun trennya menunjukkan tren yang positif.
Rata-rata pengeluaran setiap penduduk di Kabupaten Soppeng pada tahun 2022 sebesar Rp 9.756.000 setahun.

Dibandingkan keempat kabupaten sekitarnya, pengeluaran perkapita di Kabupaten Soppeng berada pada peringkat kedua dari bawah dan di bawah nilai provinsi. (id)







Komentar