Pemakaian Gas Melon Petani Soppeng Capai Seribu Tabung per Hari

DBS NEWS, SOPPENG – Pemakaian gas LPG 3 kilogram atau gas melon sebagai bahan bakar pompa air untuk mengairi sawah kian masif digunakan oleh para petani di Kabupaten Soppeng.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Soppeng, Fajar menyebut, para petani bahkan bisa menghabiskan lebih dari seribu tabung gas melon per hari.

“Kuota untuk sektor pertanian hanya 280 tabung gas melon per minggu dengan dua pangkalan, sementara yang dipakai petani kita bisa lebih dari seribu per hari. Otomatis mau tidak mau, pasti jatah kuota rumah tangga yang mereka ambil,” ujar Fajar, Jumat (15/9/2023).

Menurut Fajar, prinsip petani sekarang adalah bagaimana menyelamatkan lahan pertanian mereka ditengah kondisi memasuki masa panen dan kekurangan air.

“Usaha petani sekarang betul-betul sangat maksimal, bayangkan kalau dua minggu sebelum panen tiba-tiba habis air. Harga gas melon yang Rp40 ribu pun pasti mereka beli,” ujar Fajar.

Dinas TPHPKP Soppeng sendiri bukan tanpa upaya untuk mengurangi pemakaian gas melon oleh para petani agar tidak menggangu jatah rumah tangga.

Salah satunya dengan memberikan alternatif agar petani beralih untuk penggunaan Gas LPG non subsidi 5,5 kilogram.

“Kami sudah uji coba dua malam, pakai gas non subsidi yang 5,5 kilogram yang harganya Rp115 ribu, ternyata biayanya itu Rp7 ribu per jam dengan 16 jam pemakaian,” ujar Fajar. (id)

Komentar