Membandingkan Jalur Gaza dan Soppeng, Dari Luas Wilayah Hingga Perekonomian

DBS NEWS, SOPPENG – Konflik berdarah masih terus terjadi di jalur Gaza. Israel masih melancarkan serangan membabi buta ke wilayah Gaza meski organisasi hak asasi manusia telah mengecam aksi genosida terselubung tersebut.

Jalur Gaza sendiri adalah sebuah kawasan yang terletak di pantai timur Laut Tengah, bagian dari wilayah Negara Palestina.

Jalur Gaza dibagi dalam lima distrik yaitu, Gaza Utara, Gaza, Deir el-Balah, Khan Younis dan paling selatan adalah Rafah.

Lantas seperti apa sebenarnya Jalur Gaza bila dibandingkan dengan Kabupaten Soppeng?.

Perbandingan Luas Wilayah Jalur Gaza dan Kabupaten Soppeng

Jalur Gaza memiliki wilayah seluas 140 mil persegi atau sekitar 363 kilometer persegi.

Jalur Gaza terletak di dataran pantai yang relatif datar. Suhu rata-ratanya adalah 13 derajat Celcius pada musim dingin dan sekitar 20 derajat Celcius pada musim panas.

Daerah tersebut menerima curah hujan rata-rata sekitar 12 inci atau 300 milimeter setiap tahunnya.

Sementara itu, Kabupaten Soppeng memiliki luas wilayah 1.359 kilometer persegi.

Soppeng terletak pada depresiasi sungai Walanae yang terdiri dari daratan dan perbukitan, dengan luas daratan sekira 700 km2 serta berada pada ketinggian rata-rata antara 100-200 m di atas permukaan laut.

Suhu di Kabupaten Soppeng berkisar pada suhu 18,4-34,7 derajat celcius dengan tekanan udara antara 994,1-1.032,3 milibar.

Perbandingan Jumlah Penduduk Jalur Gaza dan Kabupaten Soppeng

Jalur Gaza disebut sebagai salah satu wilayah permukiman terpadat di dunia. Berdasarkan sensus yang dilakukan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB, jumlah populasi di Jalur Gaza diperkirakan mencapai 2,2 juta jiwa pada 2023.

Kota terbesar adalah Kota Gaza yang berpenduduk lebih 590.481 jiwa, dan selebihnya adalah kota-kota lebih kecil dengan penduduk di bawah 70.000 jiwa.

Sementara itu, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kabupaten Soppeng telah mencapai 236.049 jiwa pada tahun 2022.

Jumlah tersebut naik 0,20 persen dibandingkan pada tahun 2021 yang sebanyak 235.574 jiwa.

Lalabata menjadi Kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak yaitu sebanyak 49.001 jiwa, disusul Marioriwawo 48.420 jiwa, Lilirilau 37.809, Marioriawa 29.115, Liliriaja 28.209 jiwa, Donri-Donri 23.973 jiwa, Ganra 11.470 jiwa, dan Citta 8.052 jiwa.

Perbandingan Sektor Perekonomian di Jalur Gaza dan Kabupaten Soppeng

Pertanian sebenarnya menjadi sektor utama perekonomian warga di Jalur Gaza. Hampir tiga perempat lahan di daerah itu ditanami tanaman pangan, seperti jeruk, gandum, dan zaitun.

Hasil panen dari buah-buahan tersebut diekspor ke beberapa negara di Eropa berdasarkan perjanjian dengan Israel.

Tetapi lambat-laun, bersamaan dengan padatnya penduduk, produk hasil pertanian menjadi berkurang, dan beberapa masyarakat beralih lebih menekuni industri seperti tekstil, plastik, furnitur, copperware, keramik, karpet dan lain-lain.

Sementara itu di Kabupaten Soppeng, sektor pertanian masih menjadi sektor unggulan yang memberikan kontribusi terbesar dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Tahun 2021 produksi padi di Kabupaten Soppeng mencapai 280.911 ton, dengan tingkat produktivitas sebanyak 5,48 ton/ha.

Hal ini membuat kabupaten soppeng dianggap sebagai daerah penyangga lumbung pangan beras di Kawasan Indonesia Timur.

(id)

Komentar