Pekerja Lansia Bertambah, Soppeng Gagal Kurangi Beban Negara

Ilustrasi pekerja lansia

DBS NEWS, SOPPENG – Kabar buruk bagi Kabupaten Soppeng, jumlah pekerja lansia atau pekerja yang sudah berusia 60 tahun ke atas mengalami peningkatan yang signifikan.

Data terbaru yang dirilis Oktober 2023 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng mencatat, dari 111.015 penduduk Kabupaten Soppeng yang berstatus bekerja pada tahun 2022, sebanyak 19.321 orang diantaranya adalah pekerja yang sudah berusia 60 tahun ke atas.

Para pekerja lansia di Kabupaten Soppeng didominasi oleh laki-laki, yang mana jumlahnya ada sebanyak 12.699 orang, sedangkan perempuan 6.622 orang.

Mayoritas pekerja lansia ini berdomisili atau bertempat tinggal di daerah pedesaan, jumlahnya mencapai 12.091 orang, sedangkan pekerjaan lansia yang berdomisili di perkotaan ada sebanyak 7.230 orang.

Sebagai perbandingan, di tahun 2021 jumlah pekerja lansia di Kabupaten Soppeng masih di angka 15.994 orang, yang artinya ada peningkatan sebanyak 3.327 orang pekerja hanya dalam tempo setahun.

Sedangkan di tahun 2020, jumlah pekerja lansia ada sebanyak 16.513 orang, bahkan di tahun 2019 jumlahnya masih di angka 14.271 orang.

Sementara itu dilansir dari CNBC Indonesia, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati pernah menyebut, bahwa negara bakal menghadapi masalah kompleks jika tidak bisa membantu generasi tua atau lansia mencapai kesejahteraan.

“Jadi dari sekarang harus dipikirkan, jangan sampai dalam istilah ekonomi yang negara getting old tapi masih miskin. Kalau generasi komposisinya makin menua namun belum sejahtera maka negara itu akan makin menghadapi situasi makin kompleks,” kata Sri Mulyani.

Menurutnya, generasi tua akan membuat negara kewalahan dari segala aspek, khususnya besarnya biaya untuk kesehatan.

“Ketika jumlah populasinya sudah menua, maka mereka akan semakin membutuhkan pelayanan kesehatan yang tentu tidak murah. Apalagi, jika mayoritas usia masyarakatnya di kisaran 60 tahun, dan tidak menjaga kesehatan sejak dini, akan semakin mudah terserang sakit,” kata Sri Mulyani. (id)

Komentar