Ket.foto : Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak
DBS NEWS, SOPPENG – Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak dikenal sebagai tokoh yang saat berpidato atau memberikan sambutan acap kali menyelipkan kritik dan sindiran kepada individu atau kelompok tertentu.
Jika beberapa tahun lalu, DBS News pernah memberitakan mengenai 10 momen memorable Andi Kaswadi Razak melontarkan sindiran nyelekit dalam pidatonya.
Kali ini, kami akan kembali membuat list mengenai momen Bupati Soppeng melontarkan pernyataan yang tidak kalah nyelekitnya, menjadi lebih menarik karena hal itu disampaikan selama bulan Ramadhan 2024 saja.
Penasaran?, yuk simak ulasannya!
1. Orang-orang yang tidak bisa berkontribusi nyata, lebih baik diam saja

Pernyataan ini dilontarkan oleh Andi Kaswadi Razak di acara pembukaan Ramadhan Fest 2024, Sabtu, 16 Maret 2024 lalu.
“Dalam suasana bulan suci Ramadhan ini mari kita senantiasa silaturahmi dan hubungan emosional dan bersama-sama bertekad untuk memajukan daerah yang kita cintai dengan mendoakan agar orang-orang yang tidak bisa berkontribusi nyata lebih baik diam saja, dari pada banyak bicara namun tidak bisa memberikan solusi,” ujar Kaswadi saat itu.
Sebelum melontarkan pernyataan ini, Kaswadi sendiri terlebih dahulu menyindir sejumlah individu dan kelompok masyarakat yang disebutnya memiliki pandangan buruk terhadap kegiatan Ramadhan Fest.
Ia pun sangat menyayangkan perilaku tersebut. Kaswadi bahkan pesimis Soppeng bisa menjadi daerah maju jika keberadaan individu dan kelompok ini masih eksis.
“Namun di tengah-tengah suasana seperti ini masih ada saja orang-orang atau LSM yang melihat buruk kegiatan ini dan bahkan meminta aparat atau penegak hukum untuk mengusut kegiatan ini.”
“Namun jika kondisinya seperti ini, kapan daerah kita bisa maju jika masih ada orang-orang yang hanya bisa mengkritik tanpa membuat aksi nyata,” ujar Kaswadi.
2. Perbaiki jalan berlubang walaupun bukan wewenang

Pernyataan ini disampaikan Andi Kaswadi saat acara pembayaran Zakat Bupati dan Wakil Bupati, Pejabat Daerah, Forkopimda, Para Pimpinan SKPD dan Kabag melalui Baznas Kabupaten Soppeng, Kamis, 4 April 2024.
Dalam sambutannya saat itu, Kaswadi secara blak-blakan mengungkap bahwa masih banyak jalanan berlubang di Kabupaten Soppeng yang dikhawatirkan bakal menggangu arus mudik lebaran.
Menjadi masalah karena jalan berlubang yang diprediksi menimbulkan masalah ini bukanlah wewenang atau tanggungjawab Pemerintah Kabupaten Soppeng
Meski tak menyebut nama pihak yang dimaksud, namun kuat dugaan pihak yang disindir adalah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
“Termasuk menjelang perayaan Idul Fitri pastinya akan meningkatkan mobilitas di Kabupaten Soppeng, namun ada beberapa jalan yang berlubang yang dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan para pemudik dan masyarakat yakni jalan yang ada di Tajuncu.”
“Insya Allah akan kami kerjakan besok, walaupun bukan kewenangan kita tapi yang mempunyai kepentingan adalah masyarakat Kabupaten Soppeng,” ujar Kaswadi.
3. Sentil ASN yang suka nambah hari libur lebaran

Sentilan ini disampaikan oleh Andi Kaswadi saat apel bersama Aparatur Sipil Negara Lingkup Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam rangka Cuti Bersama dan Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Jumat, 5 April 2024.
Pernyataan ini seolah menyindir kebiasaan sejumlah oknum ASN yang sering menambah sendiri hari liburnya terlebih saat baru saja menjalani cuti bersama dengan durasi yang panjang.
“Menjadi perhatian kita terkait cuti bersama yang lumayan panjang dan lama. Tentunya selama cuti bersama ini, banyak yang dapat terjadi di Soppeng, jadi saya berharap setelah cuti jangan ada yang menambah liburnya.”
“Karena setelah cuti nantinya, di hari pertama kita akan melakukan apel seperti ini untuk mengecek siapa-siapa yang tidak hadir,” ujar Kaswadi.
Lebih jauh, Kaswadi dengan tegas berjanji akan mencopot ASN jika tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik.
“Ada hal yang menjadi menjadi perhatian bagi kita semua yaitu tanggung jawab kita sebagai ASN tentu ada beban di pundak kita sebagai pelayan masyarakat.”
“Jika ada masalah terkait pelayanan harap segera dilaporkan, jika ada yang melanggar aturan saya tidak akan segan-segan mengambil tindakan dengan mencopot jabatannya tanpa terkecuali.”
“Jadi saya minta hal seperti ini jangan ada lagi terjadi di tempat pelayanan yang lain. Jangan sampai kita lengah mengabaikan tugas pokok dan kewajiban kita terhadap masyarakat,” kata Kaswadi. (id)







Komentar