Ilustrasi
DBS NEWS, SOPPENG – Kabupaten Soppeng mulai ditinggalkan oleh banyak perusahaan konstruksi. Hal ini dibuktikan dengan jumlah perusahaan konstruksi di Kabupaten Soppeng yang terus berkurang tiap tahunnya.
Fakta itu berdasarkan data publikasi Direktori Perusahaan Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) 2024 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel pada 12 Desember 2024.
Dalam publikasi tersebut, tercatat jumlah perusahaan konstruksi di Kabupaten Soppeng pada tahun 2024 ada sebanyak 277 perusahan. Jumlah itu mengalami penurunan dibandingkan tiga tahun sebelumnya.
Tahun 2023, jumlah perusahaan konstruksi di Kabupaten Soppeng masih sebanyak 309 perusahan. Kemudian di tahun 2022 sebanyak 338 perusahan, bahkan di tahun 2021, jumlahnya pernah mencapai angka 381 perusahaan.
Jika diakumulasikan, total ada 104 perusahaan konstruksi yang tidak lagi terdaftar di Kabupaten Soppeng sejak tahun 2021 hingga 2024.
Ditinjau dari skala usahanya, perusahaan konstruksi di Kabupaten Soppeng di tahun 2024 mayoritas adalah perusahaan berskala kecil yaitu sebanyak 263 perusahaan, skala menengah sebanyak 5 perusahaan, dan ada 9 perusahaan non kualifikasi.
Jika dibandingkan daerah lain di Sulawesi Selatan, selain Kabupaten Soppeng terdapat 16 daerah lain dengan jumlah perusahaan konstruksi yang berkurang dibanding tahun sebelumnya.
16 daerah ini yaitu Bulukumba, Jeneponto, Takalar, Sinjai, Pangkep, Barru, Bone, Wajo, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Luwu, Tana Toraja, Luwu Utara, Pare-Pare dan Palopo.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) Sulsel, Rusdin Abdullah di tahun 2017 silam pernah memprediksi mengenai fenomena berkurangnya pelaku jasa usaha konstruksi di Sulsel.
Menurutnya, hal itu bakal terjadi seiring dengan diberlakukannya sistem e-Procurement Indonesia atau layanan pengadaan secara elektronik (LPSE).
“Dulu banyak orang menjadi kontraktor dan ikut tender, sekarang perusahaan yang kuat saja tinggal. Mereka yang tidak mengikuti zaman atau hanya ‘berkantor’ di mobil saja, dalam artian semua berkas hingga stempel hanya di mobil bakalan mati,” ujar Rusdin dikutip dari laman Tribunnews.
(Idham)







Komentar