Anak Stunting dan Internet Ibarat Orang Bodoh yang Dipersenjatai

DBS NEWS, NASIONAL – Stand Up Comedian, Pandji Pragiwaksono punya pendapat sendiri terkait permasalahan Stunting di Indonesia. Menurutnya, Stunting adalah masalah yang sangat berdampak kepada kualitas manusia dan tidak bisa diselesaikan dengan pendidikan semata.

“Stunting atau gizi buruk ini sebenarnya sudah lama ada di Indonesia cuma baru populer belakangan ini, stunting terjadi ketika seseorang tidak dapat gizi yang cukup sehingga pertumbuhan otaknya terhambat. Lingkar kepalanya tidak terlalu ok, terus intelektualnya jongkok dan kemampuan berbahasanya buruk,” ujar Pandji dalam kanal YouTubenya yang dikutip DBS News, Senin (26/9/2022)

Menurut Pandji, stunting ditentukan sejak dari lahir dan di seribu hari pertama seseorang hidup. Di seribu hari pertama seseorang lahir, bakal diliat berapa banyak gizi yang masuk. Pertama kali gizi masuk bakal digunakan untuk organ vital seperti jantung, paru-paru, pankreas dan macam-macam.

Jika dari sana masih ada sisa gizi, maka akan dipakai untuk pertumbuhan, kalau masih ada sisa gizi lagi maka akan dipake untuk perkembangan intelektualitas dan kemampuan berbahasa.

“Di Indonesia, banyak anak-anak yang gizinya tidak cukup sehingga sudah habis di proses tumbuh. mereka nggak punya kemampuan berbahasa dan tidak punya kemampuan logika dan mereka ada di antara kita,” kata Pandji.

“Orang-orang ini dikasih pendidikan juga percuma karena memang kualitas otaknya. Orang stunting bisa lulus kuliah tapi kemampuan logikanya buruk,” tambahnya.

Pandji sendiri menilai penggunaan internet oleh anak-anak stunting bisa berdampak buruk dan mengganggu, tidak hanya bagi si anak stunting tapi juga bagi pengguna internet lain.

“Tahun 2013, nyaris 40 persen anak itu mengalami stunting. Kalau mereka anak-anak 2013, maka sekarang mereka sudah remaja dan ada diantara kita, dan mereka punya internet. Udah goblok dipersenjatai,” ujar Pandji.

“Contohnya, terkadang kita udah bilang di postingan, guys penjualan tiket dibuka jam 12 siang, tapi ada tuh yang nanya di kolom komentar, ‘buka jam berapa bang?’, nah itu tuh,” kata Pandji.

Bagi Pandji, Bonus demografi yang selama ini digaungkan-gaungkan oleh sejumlah pihak karena mayoritas penduduk Indonesia akan diisi oleh anak-anak muda di masa depan, akan sia-sia jika diisi oleh mayoritas anak-anak stunting.

“Kalau pintar maka itu bonus tapi kalau stunting maka justru jadi beban demografi,” pungkas Pandji. (id)

Komentar