Sarat Kepentingan, Bupati Soppeng Sebut 40 Persen Bantuan Tidak Tepat Sasaran

Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak (Foto: Ical)

DBS NEWS, SOPPENG – Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak menilai pemberian bantuan sosial bagi masyarakat Soppeng masih sarat dengan kepentingan sejumlah oknum pejabat.

“Saya menyesalkan masih ada di antara kita yang sering memberikan data-data yang tidak betul, data yang di dalamnya masih ada kepentingan-kepentingan,” kata Kaswadi di acara Pengukuhan Pengurus PUSKESOS-SLRT Tingkat Kabupaten Soppeng, Selasa (27/9/2022).

Menurut Kaswadi, hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya laporan masyarakat yang masuk kepada dirinya, yang ia anggap bahwa mereka memang sangat berhak dan bersyarat, namun justru tidak mendapatkan hak bantuannya.

“Mereka punya hak tapi tidak kita berikan, mereka berhak tapi karena kita tidak senang kepada mereka, maka kita tidak kasih,” ujar Kaswadi.

Ia pun menyebut para oknum pejabat yang ‘bermain’ ini tidak bekerja menggunakan hati nurani. Mereka dinilai tidak bisa memposisikan diri sebagai abdi dan pelayan masyarakat.

“Coba kita bayangkan, kurang lebih 40 persen bantuan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat tidak tepat sasaran. Padahal 40 persen itu sangat luar biasa dampaknya terhadap penggunaan anggaran. Kenapa seperti ini?, lain data yang kita kirim, lain juga yang datang,” ungkap Kaswadi.

“Kalau kita memberikan data tidak sesuai, maka akhirnya Pengambil Kebijakan juga akan salah dalam mengambil keputusan, karena data kita sudah tidak valid dari awal,” tambah Kaswadi.

Beruntung menurut Kaswadi, kedepan pemberian bantuan nantinya hanya akan menggunakan satu data saja, dimana kewenangan pendataan hanya diberikan kepada Bappenas dan Badan Pusat Statistik. Ia pun optimis tidak akan ada lagi ‘permainan’ dalam pendataan penerima bantuan.

“Mari kita kembali ke jalan yang benar. Coba bayangkan orang yang kita urus ini adalah orang yang betul-betul tidak punya kemampuan, dan kita membuat mereka senang, itu adalah suatu ibadah yang sangat luar biasa. begitu juga sebaliknya, apabila karena perilaku kita mereka bersedih dan tersakiti hatinya, maka itu juga akan membuat kita mendapatkan dosa yang sangat besar,” pungkas Kaswadi. (id)

Komentar