Mensejahterakan Petani Tidak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

DBS NEWS, SOPPENG – Peningkatan kesejahteraan petani sepertinya masih menjadi ‘Pekerjaan Rumah’ terbesar Pemerintah Kabupaten Soppeng yang harus diselesaikan.

Pasalnya, Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Tahun 2021 mencatat, penduduk Soppeng yang bekerja di sektor pertanian mencapai angka 46,57 persen.

Dari angka tersebut sebanyak 32,80 persen merupakan penduduk miskin yang menggantungkan hidupnya dengan hanya bekerja di sektor pertanian.

Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak yang dikonfirmasi menyebut masalah yang dihadapi saat ini masih berkutat dipersoalan yang sama tiap tahunnya.

Meski demikian ia memastikan Pemerintah Daerah tetap memberikan perhatian khusus kepada kesejahteraan para petani.

Pemerintah menyadari betul bahwa petani yang sering dicap sebagai kelompok marjinal, sebetulnya adalah kunci jika ingin mencapai kedaulatan pangan.

“Mensejahterakan petani tidak semudah membalikkan telapak tangan, bagaimana mau sejahtera kalau pupuk saja masih terbatas dan prosedur teknis irigasi masih bermasalah. Namun kita terus mencoba,” ujar Kaswadi, Jumat (28/10/2022).

Untuk meningkatkan kesejahteraan petani, Pemerintah Daerah menurutnya terus mengupayakan berbagai strategi, salah satunya dengan meningkatkan daya beli produksi pertanian para petani.

“Ini yang kita lakukan sekarang, bagaimana mendorong sektor pertanian kita punya nilai tambah dengan menggunakan prinsip Tanam-Petik-Olah-Jual, namun sayang ini juga masih menimbulkan pro-kontra,” kata Kaswadi.

“Contoh, kita ingin mengembangkan produksi cabai dengan melibatkan BUMDes dan UMKM, namun belum apa-apa sudah banyak keluhan, padahal kita ingin mendorong para petani agar mau mengolah sehingga menciptakan skala usaha agar nantinya dilirik para pengusaha untuk berinvestasi,” ujar Kaswadi. (id)

Komentar