Menstatistikkan Sinetron ‘Azab’, Gender dan Profesi yang Paling Sering Terkena Karma

DBS NEWS, NASIONAL – Sinetron ‘Azab’ yang menggambarkan seseorang yang terkena azab Tuhan, sejauh ini masih menjadi favorit dikalangan pecinta sinetron, khususnya emak-emak.

Terdapat dua stasiun TV yang paling sering menayangkan sinetron yang identik dengan judul bombastis dan adegan yang tidak masuk akal ini, yaitu Indosiar dan MNCTV.

Dilansir dari Kumparan, stasiun tv Indosiar tercatat memiliki 131 judul FTV sinetron Azab, sedangkan MNCTV memiliki 63 judul.

Berikut fakta statistik sinetron ‘Azab’ kesukaan emak-emak ini :

Laki-laki adalah Subjek yang Paling Banyak Tertimpa Azab

Dari 131 FTV yang ditayangkan Indosiar, ada 91 laki-laki yang kematiannya menyimpan cerita tak sedap, sedangkan perempuan yang diazab lebih sedikit, jumlahnya tak sampai setengahnya, yakni 36 kasus. Sisanya ada 4 pasangan suami istri atau pelaku selingkuh yang diazab bersama.

Serupa dengan Indosiar, porsi laki-laki yang kena azab ditayangan MNCTV juga lebih banyak. Terhitung 41 laki-laki dari 63 FTV, Sementara perempuan di angka 20 orang, serta sisanya merupakan pasangan suami-istri.

Kebanyakan kisah laki-laki yang diazab dibarengi cerita sang istri yang tabah dan salihah. Sementara si suami sebagai kepala keluarga yang sombong, curang, hingga bersikap kasar.

Profesi yang paling banyak diazab adalah pedagang dan pengangguran

Di Indosiar, azab menimpa 34 pedagang, 20 pengangguran, 15 ibu rumah tangga, dan 15 karyawan swasta. Sementara di MNCTV, azab juga menimpa pedagang dan pengangguran dengan jumlah masing-masing 10 orang. Disusul 9 ibu rumah tangga dan 7 karyawan swasta.

Memang, ada profesi lain seperti mandor dan buruh pabrik tapi jumlahnya tak banyak. Untuk jenis kejahatan yang dilakukan sehingga mereka diazab tak jauh dari motif ekonomi.

Para pedagang, digambarkan sering berlaku curang dalam hidupnya. Sementara pengangguran, digambarkan sebagai sosok yang frustrasi dan mencari cara instan untuk mengubah nasib.

Sisanya, ibu rumah tangga yang kerap dicitrakan berbuat tidak adil hingga sering bergunjing. Sementara karyawan swasta yang diazab, diakibatkan sikap mereka yang sombong.

Sumber : Kumparan

Komentar