Meningkatnya Jumlah Penduduk Miskin

Ledakan penduduk tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan pangan, namun juga berpengaruh pada tingkat kemiskinan di suatu daerah.
Daerah yang tidak memiliki program untuk mengurangi angka penduduk miskin, dipastikan akan kewalahan menghadapi bertambahnya jumlah penduduk.
Data terbaru BPS, Kabupaten Soppeng pada tahun 2022 masih memiliki penduduk miskin mencapai 17.210 jiwa.
Angka tersebut mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun 2021 yang sebanyak 17.270 jiwa dan 17.230 jiwa pada tahun 2020.
Penduduk miskin di Kabupaten Soppeng didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah atau hanya mampu menamatkan pendidikan sampai dengan tingkat SMP/Sederajat.
Sebanyak 49,64 persen penduduk miskin di Kabupaten Soppeng adalah mereka yang hanya tamat SD atau SMP. Sedangkan 32,99 persen adalah mereka yang tidak tamat SD, dan 17,37 persen lainnya berpendidikan tamat SMA ke atas.
Penelitian yang dilakukan mahasiswa Universitas Hasanuddin pada tahun 2015, mengungkap bahwa faktor yang secara signifikan berpengaruh terhadap jumlah penduduk miskin di Kabupaten Soppeng adalah PDRB perkapita.
Olehnya itu, dalam upaya mengurangi angka kemiskinan, pemerintah Kabupaten Soppeng harus mampu meningkatkan PDRB, kemudian diberikan kepada masyarakat sekaligus membuka lapangan pekerjaan yang baru guna menyerap tenaga kerja yang terus menerus tumbuh.
“Pemerintah dapat juga melakukan upaya dengan cara meningkatkan sumber daya manusia. Semakin tinggi kualitas sumber daya manusia maka akan menyebabkan berkurangnya tingkat kemiskinan.”
“Pemerintah dapat melakukan upaya seperti peningkatan fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan dan mengupayakan stabilitas harga, dimana ketiga aspek tersebut merupakan komponen penting dalam mengurangi jumlah penduduk miskin,” tulis peneliti.







Komentar