Terkait Sampah, Masyarakat Soppeng Dinilai Hanya Memindahkan Masalah, Bukan Menyelesaikan

DBS NEWS, SOPPENG – Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Soppeng, Abdul Aziz menilai perlu ada perubahan perilaku dari masyarakat Soppeng dalam pengelolaan sampah.

“Orang Soppeng sebenarnya adalah masyarakat yang bersih, cuma sebagian dari mereka tidak bisa mengelola sampah dengan benar,” ujar Abdul Aziz, Senin (13/2/2023).

Aziz memberi contoh, bagaimana terkadang masyarakat soppeng setelah membersihkan sampah di lingkungan tempat tinggalnya, mereka justru membuang sampah tersebut di sembarang tempat, salah satunya ke sungai.

“Dengan perilaku seperti itu, masyarakat sebenarnya hanya memindahkan masalah dan tidak menyelesaikan masalah sampah ini,” kata Aziz.

Padahal dengan pengelolaan sampah yang benar, masyarakat bisa membantu untuk menekan dampak negatif sampah terhadap lingkungan.

“Tujuan pengelolaan sampah adalah membuat sampah memiliki nilai ekonomi atau merubahnya menjadi bahan yang tidak membahayakan lingkungan,” ujar Aziz.

Sementara itu diilansir dari Betahita.id, Direktur Pengurangan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sinta Saptarina Soemiarno menyebut bahwa sekitar 72 persen masyarakat Indonesia dinilai tidak peduli terhadap sampah.

“Perilaku ketidakpedulian terhadap lingkungan di Indonesia itu masih rendah dan 72 persen masyarakat Indonesia itu tidak peduli sampah,” kata Sinta.

Sinta memperkirakan, dengan pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang meningkat yang disertai dengan perubahan pola perilaku belanja konsumtif masyarakat yang semakin tinggi, dikhawatirkan akan terjadi peningkatan jumlah sampah plastik yang melonjak tajam.

“Peningkatannya akan melonjak tajam, yaitu seperti grafik Covid-19, bisa meningkat dengan tajam,” katanya. (id)

Komentar