Warga Soppeng Wajib Tahu!, Kenali Gangguan OCD yang Buat Orang Melakukan Hal Sama Berulang-ulang

DBS NEWS, SOPPENG – Bagi anda yang sering berperilaku seperti mencuci tangan berulang kali, mengatur barang secara simetris, memeriksa pintu yang sudah dikunci berulang kali dan selalu mengecek apakah kompor sudah dimatikan.

Anda patut waspada, karena kemungkinan anda mengidap penyakit yang bernama Obsessive Compulsive Disorder (OCD) atau Gangguan Obsesif Kompulsif.

OCD adalah salah satu jenis gangguan mental yang membuat penderitanya melakukan tindakan tertentu berulang kali.

Perilaku tersebut tidak dapat dikendalikan oleh penderitanya. Apabila tidak menghiraukannya, penderita OCD akan merasa takut dan cemas berlebih.

Oleh sebab itu, OCD adalah gangguan mental yang dapat mempengaruhi kehidupan penderitanya secara signifikan.

OCD bisa terjadi pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Sebagian besar diagnosis OCD terjadi pada usia 19 tahun dan lebih rentan menyerang anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan.

Sebuah penelitian di Amerika mengungkap bahwa 1 dari 40 orang dewasa dan 1 dari 100 anak mengalami OCD.

Sementara itu, menurut World Health Organization (WHO), gangguan OCD lebih banyak terjadi di negara maju daripada di negara berkembang.

Dilansir dari SiloamHospital, hingga kini, penyebab OCD masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang diduga menjadi pemicu terjadinya OCD.

Faktor tersebut yaitu faktor genetik atau keturunan, pengaruh lingkungan sekitar, gangguan senyawa kimia (neurotransmitter) di dalam otak seperti norepinefrin dan serotonin, gangguan emosi dan trauma.

OCD adalah gangguan mental yang tidak dapat disembuhkan secara total. Walau begitu, ada beberapa terapi yang biasa dijadikan sebagai langkah penanganan pasien OCD untuk mengurangi gejalanya.

Pasien OCD biasanya akan disarankan oleh dokter untuk menjalani terapi psikologis atau psikoterapi.

Psikoterapi ini dilakukan oleh psikiater dengan membimbing pasien untuk mengenali perasaan, pikiran, serta kondisi yang dialaminya.

Dengan begitu, pasien dapat berperilaku positif dalam menangani masalah yang dihadapi.

Salah satu psikoterapi yang biasa dilakukan untuk pengobatan OCD adalah terapi perilaku kognitif atau CBT.

Selain itu, pengobatan OCD juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan.

Beberapa jenis obat yang biasa diresepkan untuk penderita OCD yaitu antidepresan dan antipsikotik.

Komentar