DBS NEWS, SOPPENG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Soppeng mencatat, adanya peningkatan kasus HIV-AIDS di Kabupaten Soppeng.
Total ada 24 kasus HIV-AIDS di Kabupaten Soppeng pada tahun 2022, angka tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun 2021 yang sebanyak 15 Kasus.
Donri-Donri menjadi Kecamatan dengan kasus HIV-AIDS terbanyak di Kabupaten Soppeng, yaitu sebanyak 7 kasus, lalu Kecamatan Marioriwawo dan Liliriaja dengan masing-masing 5 kasus.
Kecamatan Lalabata dengan 4 kasus, lalu Citta, Lilirilau dan Marioriawa dengan masing-masing 1 kasus.
Kecamatan Ganra menjadi satu-satunya Kecamatan di Kabupaten Soppeng yang warganya bersih dari Kasus HIV-AIDS.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng, Sallang yang dikonfirmasi menyebut, adanya kenaikan kasus HIV-AIDS di Soppeng tidak lepas dari metode pendataan yang dilakukan.
Dimana pendataan para penderita HIV-AIDS dilakukan dengan berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Artinya, meski kasusnya ditemukan di daerah lain, namun jika tempat kelahiran dan alamat penderita HIV-AIDS menunjukkan berasal dari Soppeng, maka kasus tersebut dianggap terjadi di Kabupaten Soppeng.
“Kenapa kasusnya di Soppeng karena itu berbasis NIK, jadi biar ditemukan dimakamkan tetap terlahir kasus dimana alamatnya sesuai NIK yang ada,” ujar Sallang, Rabu (8/3/2023).
Lebih lanjut, Sallang menyebut kebanyakan penderita HIV-AIDS di Kabupaten Soppeng memilih menjalani perawatan di Rumah Sakit daerah lain.
“Biasanya di Rumah Sakit di Makassar,” tandas Sallang.
Sekedar diketahui, HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang dapat melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit.
Sedangkan AIDS adalah kondisi di mana HIV sudah pada tahap infeksi akhir. Ketika seseorang sudah mengalami AIDS, tubuh tidak lagi memiliki kemampuan untuk melawan infeksi yang ditimbulkan.
Di negara Indonesia, penyebaran dan penularan HIV paling banyak disebabkan melalui hubungan intim yang tidak aman dan bergantian menggunakan jarum suntik yang tidak steril saat memakai narkoba.
Seseorang yang terinfeksi HIV dapat menularkannya kepada orang lain, bahkan sejak beberapa minggu sejak tertular. Semua orang berisiko terinfeksi HIV.
Meskipun sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan HIV, tetapi ada jenis obat yang dapat memperlambat perkembangan virus. Jenis obat ini disebut antiretroviral. (id)







Komentar