Studi Ungkap Tingkat Kelelahan Kerja Para Petani di Soppeng

DBS NEWS, SOPPENG – Tahukah anda bahwa di banyak negara, pekerjaan pada sektor pertanian dianggap sebagai pekerjaan dengan resiko tinggi.

Hal ini terjadi karena faktor utama yang paling penting dalam industri pertanian adalah manusia.

Aktivitas petani pada saat menggarap, mencangkul dan membajak sawah dianggap dapat menyebabkan terjadinya kelelahan kerja.

Kelelahan kerja menjadi salah satu faktor penyebab utama dan memberikan kontribusi sebanyak 50% pada terjadinya kecelakaan kerja.

International Labor Office (ILO) memperkirakan, setiap tahunnya sebanyak 2,78 juta pekerja atau buruh meninggal dunia yang diakibatkan karena penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja.

Sementara itu, sebuah studi yang dilakukan oleh Mahasiswa Program Studi Fakultas Kesehatan, Universitas Pejuang Republik Indonesia, mengungkap tingkat kelelahan kerja para petani di Kabupaten Soppeng.

Dilaksanakan pada Agustus 2022, studi ini mengambil sampel 89 petani di Kecamatan Lalabata. Dimana 71 orang diantaranya masuk dalam kategori petani berumur tua dan 18 orang berumur muda.

Hasil penelitian terungkap bahwa, untuk petani berumur tua, sebanyak 54 orang (74,1%) mengaku mengalami kelelahan kerja dan hanya 17 orang (23,9%) yang menyebut tidak mengalami kelelahan kerja dengan aktivitas pekerjaan.

Sedangkan bagi petani yang masuk kategori berumur muda, 8 orang (44,4%) mengaku sudah mengalami kelelahan kerja dan 10 orang (55,6%) mengaku belum mengalami kelelahan kerja.

Tak sampai disitu, penelitian ini juga mengungkap tingkat kelelahan kerja para petani dari variabel lama kerja dalam sehari.

Dimana dari penelitian diketahui bahwa, para petani yang bekerja lebih dari 8 jam sehari, sebanyak 51 orang (77,3%) mengaku mengalami kelelahan kerja dan hanya 15 orang (22,7%) yang menyebut tidak mengalami kelelahan kerja.

Sementara bagi mereka yang bekerja di bawah 8 jam sehari, sebanyak 11 orang (47,8%) mengaku sudah mengalami kelelahan kerja, dan hanya 12 orang (52,2%) menyebut tidak mengalami kelelahan kerja.

“Petani yang bekerja lebih dari 8 jam sehari dapat memicu adanya keadaan alami tubuh seperti waktu tidur, kesiapan dalam bekerja yang meningkatkan asam laktat dalam tubuh sehingga menyebabkan kelelahan,” tulis para peneliti.

Akibat kelelahan kerja, peneliti mengungkap bahwa para petani mengaku sering mengalami rasa nyeri pada bagian tubuh tertentu, seperti bahu kiri, pinggang, bahu kanan, pinggang bawah, bokong, siku kiri, tangan kanan, tangan kiri, paha kanan, paha kiri, betis kanan, betis kiri, pergelangan kaki kiri, pergelangan kaki kanan dan kaki.

“Jadi sangat penting bagi para petani untuk dapat mengatur waktu istirahat dan sesekali melakukan perengang otot agar supaya bisa mengatasi terjadinya kelelahan kerja,” saran para peneliti. (id)

Komentar