DBS NEWS, SOPPENG – Kabupaten Soppeng berada di peringkat kedelapan sebagai daerah dengan kasus penipuan atau perbuatan curang terbanyak di Provinsi Sulawesi Selatan.
Hal ini berdasarkan data teranyar yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan per 13 Oktober 2023.
Data BPS Sulsel tersebut dihimpun dari data Polres/Polrestabes Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan.
BPS Sulsel mencatat, ada 49 kasus penipuan yang terjadi di Kabupaten Soppeng pada tahun 2022, jumlah itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Di mana pada tahun 2021, kasus penipuan di daerah berjuluk Bumi Latemmamala itu masih berjumlah 10 kasus sedangkan tahun 2020 sebanyak 7 kasus.
Peringkat pertama sebagai daerah dengan kasus penipuan terbanyak di Sulsel ditempati oleh Kota Makassar. Daerah berjuluk Kota Daeng ini tercatat memiliki 1.093 kasus penipuan pada tahun 2022.
Sama dengan Soppeng, kasus penipuan di Kota Makassar juga mengalami peningkatan yang signifikan. Tahun 2021, kasus penipuan di Makassar masih diangka 405 kasus, sedangkan tahun 2020 sebanyak 175 kasus.
Peringkat kedua sebagai daerah dengan kasus penipuan terbanyak pada tahun 2022, ditempati oleh Kota Palopo sebanyak 152 kasus.
Kemudian berturut-turut yaitu, Bulukumba sebanyak 131 kasus, Takalar 129 kasus, Bone 106 kasus, Jeneponto 75 kasus, Sidrap 54 kasus, Pinrang 45 kasus, Luwu 42 kasus, Luwu Utara 40 kasus dan Maros 29 kasus.
Selanjutnya, Wajo sebanyak 28 kasus, Toraja Utara 26 kasus, Tana Toraja 23 kasus, Selayar 20 kasus, Barru 20 kasus, Pare-Pare 15 kasus, Sinjai 13 kasus, Pangkajene 13 kasus, Luwu Timur 10 kasus, Enrekang 8 Kasus, dan Bantaeng 4 kasus.
Kabupaten Gowa menjadi satu-satunya daerah di Sulsel yang tercatat tidak memiliki kasus penipuan pada tahun 2022 menurut data BPS Sulsel tersebut.
Padahal di tahun 2021, Gowa tercatat memiliki 207 kasus penipuan dan 18 kasus di tahun 2020.
Jika ditotal, jumlah kasus penipuan atau perbuatan curang di Sulsel pada tahun 2022 mencapai angka 2.119 kasus.
Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yaitu, 1.077 kasus di tahun 2021 dan 759 kasus di tahun 2020. (id)







Komentar