Anggaran Stunting di DP3AP2KB Soppeng, Belanja Pulsa Lebih Besar Dibanding Makanan

Ilustrasi

DBS NEWS, SOPPENG – Data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (SIRUP LKPP) mencatat, ada tiga paket belanja yang terkait penanganan stunting di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) Kabupaten Soppeng.

Tiga paket belanja ini memiliki nilai pagu yang bervariasi dengan sumber dana seluruhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Soppeng tahun 2025.

Paket belanja pertama diberi nama Belanja Paket Data Komunikasi Tenaga Pendamping Sub Kegiatan Pemantauan Data dan Informasi Keluarga Berisiko Stunting (Termasuk remaja Calon Pengantin/Calon PUS, Ibu Hamil, Pasca salin/kelahiran, Baduta/Balita), dengan nilai pagu Rp543.000.000.

Paket kedua diberi nama Belanja Natura dan Pakan-Natura Kegiatan DASHAT di Kampung KB Sub Kegiatan Fasilitasi Pengelolaan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung Keluarga Berkualitas, dengan nilai pagu Rp324.988.000.

Sedangkan, paket belanja ketiga diberi nama Belanja Makanan dan Minuman Rapat Sub Kegiatan Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting (Termasuk Remaja Calon Pengantin/Calon PUS, Ibu Hamil, Pasca salin/kelahiran, Baduta/Balita), dengan nilai pagu Rp16.800.000.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Soppeng, Andi Husniati yang dikonfirmasi, memastikan tiga paket belanja yang tercantum di laman Sirup LKPP tersebut tidak terkena efisiensi anggaran.

“Sepanjang Dana Alokasi Khusus (DAK) nda ji karena masuk bidang kesehatan,” ujarnya, Jumat (23/5/2025).

Menariknya, paket belanja pertama yang terkait pulsa atau paket data memiliki anggaran yang jauh lebih besar dibandingkan dengan paket belanja kedua yang terkait belanja bahan memasak atau makanan untuk para Keluarga Berisiko Stunting (KRS).

“Seperti itu petunjuk teknisnya memang,” jawab Andi Husniati singkat ketika ditanya mengenai perbedaan nilai kedua paket belanja tersebut.

Khusus untuk belanja pulsa senilai Rp543 juta bakal diberikan kepada 543 pendamping keluarga beresiko stunting untuk sepuluh bulan.

Diberitakan sebelumnya, Kabupaten Soppeng mencatat peningkatan signifikan dalam kasus stunting atau gizi buruk pada pertengahan tahun 2025 ini. Data terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Soppeng menunjukan bahwa jumlah anak yang mengalami stunting meningkat dari 1.105 anak selama tahun 2024 menjadi 1.242 anak hingga 22 Mei 2025.

Penulis : Idham

Komentar