Ilustrasi lahan kritis
DBS NEWS, SOPPENG – Jumlah lahan kritis di Kabupaten Soppeng terus mengalami peningkatan. Hal ini diungkap oleh Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle saat Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Soppeng, Rabu (28/5/2025).
“Informasi dari Kesatuan Pengelola Hutan (KPH), kita punya lahan kritis di Kabupaten Soppeng ini sangat luar biasa peningkatannya. Jumlahnya lebih dari seribuan hektar, bahkan hampir dua ribuan hektar,” ujarnya.
Lahan kritis adalah lahan yang mengalami kerusakan atau penurunan fungsi sehingga tidak lagi dapat berfungsi optimal sebagai media produksi pertanian, penyimpan air, maupun pelindung lingkungan.
Kondisi lahan kritis terjadi akibat berbagai faktor, seperti erosi, degradasi, atau aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan.
Salah satu dampak langsung dari lahan kritis adalah potensi banjir. Lahan kritis mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air, sehingga saat hujan deras, air permukaan akan mengalir lebih cepat ke sungai dan menyebabkan banjir.
“Kalau kita tidak merencanakan dengan baik bagaimana mengendalikan lahan kritis yang ada di Soppeng, maka kita harus siap-siap setiap musim hujan, hujan lebih dari tiga jam, kita akan menghadapi masalah banjir,” ujar Selle.
Penulis : Idham







Komentar