Bikin Selle Cs Ciut Nyali, Siapa Sebenarnya Sufmi Dasco Ahmad?

Sufmi Dasco Ahmad dengan latar foto pengurus Aswakada

DBS NEWS, JAKARTA – Momen menarik terjadi dalam Rapat Kerja antara Komisi II DPR RI dengan Asosiasi Wakil Kepala Daerah (Aswakada), Kamis (30/7/2026).

Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqizamy Karsayuda, melontarkan candaan yang menyoroti perbedaan sikap para pengurus Aswakada, termasuk Sekjen Aswakada Selle KS Dalle, ketika menyampaikan aspirasi.

Menurut Rifqizamy, para wakil kepala daerah kerap mengeluh saat berdiskusi di luar forum resmi, mulai dari merasa hanya menjadi ban serep hingga tidak dilibatkan sebagai anggota Forkopimda.

Namun, situasi tersebut langsung berubah dan nampak kontras ketika mereka bertemu langsung dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.

“Ini para wakil kepala daerah, Pak Dasco, waktu ke sini ngomongnya enggak seperti ini. Ngomongnya lebih terbuka. Kami itu jadi wakil cuman ban serep, katanya. Tidak jadi anggota Forkopimda katanya. Tapi begitu depan Bang Dasco, sangat santun. Memang agak beda,” ujar Rifqizamy.

Lantas, siapa sebenarnya sosok Sufmi Dasco Ahmad yang bisa membuat Selle dan kawan-kawan dari Aswakada seakan kehilangan nyali?

Lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 7 Oktober 1967, Dasco merupakan salah satu politikus senior kader Partai Gerindra yang saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Harian Partai Gerindra.

Di panggung legislatif, ia memiliki rekam jejak politik yang matang setelah terpilih sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024 dan kembali dipercaya menduduki posisi serupa untuk periode 2024-2029.

Dari latar belakang akademis, Dasco merupakan seorang praktisi hukum. Ia menempuh pendidikan sarjana hukum di Universitas Pancasila, melanjutkan studi magister hukum di Universitas Islam Jakarta, hingga meraih gelar doktor dari Universitas di Bandung.

Mengutip dari Indopolitika, Dasco dikenal sebagai politikus yang tidak mengandalkan retorika tinggi ataupun kontroversi buatan untuk mendongkrak popularitas.

Kekuatan utamanya terletak pada kemampuan mengendalikan dinamika politik secara senyap tanpa harus selalu menjadi pusat perhatian.

Di Senayan, di mana berbagai keputusan strategis lahir melalui proses negosiasi yang panjang dan rumit, nama Dasco kerap diandalkan sebagai tokoh kunci yang mampu mencairkan jalan buntu dan menjaga agar roda komunikasi politik tetap berjalan efektif.

“Ada dua jenis pemimpin dalam dunia politik. Yang pertama adalah mereka yang membangun pengaruh melalui panggung-panggung terbuka, pidato yang menggelegar dan sorotan kamera yang terus mengikuti setiap langkahnya.”

“Yang kedua adalah mereka yang memilih bekerja dalam kesunyian, membangun kepercayaan sedikit demi sedikit, menjahit komunikasi yang retak, lalu memastikan keputusan besar lahir tanpa kegaduhan yang berlebihan. Sufmi Dasco Ahmad termasuk dalam kelompok kedua,” tulis Indopolitika.

Penulis: Idham

Komentar