Ilustrasi
DBS NEWS, SOPPENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng rupanya sudah punya proyeksi serta estimasi resmi terkait ketersediaan dan kebutuhan pangan masyarakat untuk tahun 2030 mendatang.
Hal itu tercantum dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Soppeng Tahun 2025-2029.
Dalam dokumen tersebut, Kabupaten Soppeng diklaim bakal memiliki ketahanan pangan yang sangat kuat, seluruh kecamatan bahkan disebut bakal surplus pangan.
Total ketersediaan pangan di seluruh wilayah Kabupaten Soppeng pada tahun 2030 disebut bakal mencapai 1.586.274.063.778,16 Kkal.
Dengan perkiraan jumlah penduduk hanya 238.121 jiwa, maka total kebutuhan pangan domestik diproyeksikan hanya sebesar 186.865.454.612,09 Kkal.
Kondisi surplus ini bakal menghasilkan selisih yang masif sebesar 1.399.408.609.166,07 Kkal.
Jika dirinci berdasarkan wilayah, Kecamatan Marioriawa tercatat sebagai daerah dengan ketersediaan pangan tertinggi, yakni mencapai 336.022.588.962,17 Kkal, dengan jumlah penduduk 29.279 jiwa dan kebutuhan pangan domestik sebesar 22.976.695.190,08 Kkal.
Sebaliknya, Kecamatan Citta memiliki ketersediaan pangan terendah dalam daftar tersebut, yakni sebesar 48.305.111.549,10 Kkal untuk 8.136 jiwa penduduk dengan kebutuhan pangan domestik 6.384.725.991,67 Kkal.
Sementara itu, kecamatan lainnya seperti Donri-Donri, Ganra, Lalabata, Liliriaja, Lilirilau, dan Marioriwawo juga diklaim bakal mencatatkan angka ketersediaan pangan yang jauh melampaui kebutuhan domestik masing-masing.

Penulis: Idham







Komentar