Ilustrasi
DBS NEWS, SOPPENG – Tahukah anda bahwa jumlah warga Kabupaten Soppeng yang bakal terdampak kekeringan ternyata sudah lama diprediksi, tepatnya sejak tahun 2024.
Saat itu, ditemukan fakta bahwa sebanyak 55.158 orang penduduk Kabupaten Soppeng tinggal atau berdomisili di wilayah dengan tingkat ancaman bencana kekeringan tertinggi.
Estimasi jumlah penduduk terdampak ini ditemukan dengan Menyinkronkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng pada periode yang sama.
Data BPBD Soppeng saat itu mencatat, sebanyak 17 desa/kelurahan masuk dalam zona ancaman kekeringan tinggi ini, yaitu Abbanuange, Baringeng, Masing, Palangiseng, Parenring, Tetewatu, Labae, Pising, Enrekang, Botto, Congko, Gattareng, Tettikenrarae, Watu Toa, Kaca, Laringgi, dan Panincong.
Nah, jika menyinkronkan dengan data BPS Soppeng terkait jumlah penduduk masing-masing wilayah pada periode yang sama, maka didapat rincian yaitu 3.365 orang di Abbanuange, 5.612 orang di Baringeng, 2.195 orang di Masing, 1.782 orang di Palangiseng.
Kemudian 1.886 orang di Parenring, 1.450 orang di Tetewatu, 2.005 orang di Labae, dan 2.590 orang di Pising, 1.844 orang di Enrekang, 4.982 orang di Botto, 2.657 orang di Congko,
Selain itu, terdapat pula 3.166 orang di Gattareng, 7.447 orang di Tettikenrarae, 4.277 orang di Watu Toa, 2.541 orang di Kaca, 3.597 orang di Laringgi, serta 3.762 orang di Panincong.
Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng melalui Kepala BPBD Kabupaten Soppeng, Sahrany, saat itu menyebut sejumlah upaya telah disiapkan dalam penanggulangan kekeringan, salah satunya dengan penyediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak.
“Upaya BPBD, melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti Damkar dan PDAM dalam hal penyediaan air bersih, hal ini disebabkan sarana mobil tangki saat ini tidak dimiliki BPBD,” ujar Sahrany saat itu, Jumat (21/6/2024).
Penulis: Idham







Komentar