Ilustrasi
DBS NEWS, SOPPENG – Kekeringan panjang yang melanda Kabupaten Soppeng saat ini memunculkan tanda tanya mengenai ketahanan keuangan daerah.
Seberapa mencukupi sebenarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam menangani masalah kekeringan?
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Soppeng, Andi Haeruddin, yang dikonfirmasi menilai bahwa tingkat kecukupan tersebut bersifat relatif karena butuh perhitungan berdasarkan tingkat dampak dan peruntukannya.
“Sejauh ini belum ada satu pun daerah yang benar-benar sanggup mengatasi fenomena El Nino secara penuh. Sehingga yang bisa dilakukan pemda saat ini adalah membantu masyarakat sesuai kemampuan keuangan daerah,” ujarnya, Sabtu (5/9/2026).
Kendati demikian, jika sewaktu-waktu anggaran reguler mengalami keterbatasan, Pemkab Soppeng dipastikan masih memiliki cadangan keuangan berupa dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
BTT adalah anggaran belanja yang dialokasikan dalam APBD untuk membiayai keadaan darurat dan keperluan mendesak yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.
Sesuai aturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dana tersebut bukanlah instrumen bebas pakai, melainkan dana dengan aturan penggunaan yang ketat demi pelayanan masyarakat.
“BTT masih ada Rp1,4 Miliar. Itu bisa digunakan untuk pengadaan bantuan beras dan air di wilayah yang warganya tidak mempunyai lagi persediaan,” ucap Andi Haeruddin.
Pemkab Soppeng sendiri disebut bukannya tanpa upaya dalam mengantisipasi kekeringan, program listrik masuk sawah jauh-jauh hari telah dilaksanakan.
Hanya saja, dalam beberapa uji coba di lapangan, upaya teknis awal berupa pembuatan sumur bor terkendala kondisi alam karena tanah yang dibor tidak mengeluarkan debit air yang memadai untuk mengairi lahan.
“Kondisi kualitas tanah kita saat ini memang tidak memungkinkan,” tandas Andi Haeruddin.
Penulis: Idham







Komentar