DBS NEWS, SOPPENG – Sebagaimana kita ketahui bahwa saat ini jumlah penduduk perempuan di suatu daerah biasanya lebih banyak dibandingkan jumlah laki-laki.
Di Kabupaten Soppeng sendiri, dari 70 Desa/Kelurahan, hanya ada lima Desa/Kelurahan yang jumlah penduduk laki-lakinya lebih banyak dibandingkan perempuan.
Desa/Kelurahan tersebut adalah Desa Umpungeng, Mattabulu, Pesse, Sering dan Kelurahan Limpomajang.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng mencatat, pada tahun 2021, Desa Umpungeng memiliki penduduk laki-laki sebanyak 2.050 jiwa, sementara perempuan 2.038 jiwa.
Desa Mattabulu memiliki penduduk laki-laki sebanyak 855 jiwa, sementara perempuan 803 jiwa. Desa Pesse jumlah penduduk laki-laki sebanyak 1.618 jiwa, sementara perempuan 1.578 jiwa.
Kemudian, Desa Sering jumlah penduduk laki-laki sebanyak 879 jiwa, sementara perempuan 873 jiwa. Kelurahan Limpomajang jumlah penduduk laki-laki sebanyak 1.283 jiwa, sementara perempuan 1.253 jiwa.
Untuk diketahui, total jumlah penduduk Kabupaten Soppeng pada tahun 2021 adalah 235.574. Dari angka tersebut, 122.121 jiwa diantaranya adalah perempuan, sementara laki-laki 113.453 jiwa.
Sementara itu dikutip dari liputan6, sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Prosiding National Academy of Sciences menunjukkan hal menarik terkait faktor jumlah perempuan yang lebih banyak dibanding laki-laki.
Dalam penelitiannya, disebutkan bahwa kemampuan bertahan hidup perempuan ternyata lebih baik dari laki-laki. Kemampuan itu didapat setelah perempuan lahir.
“Risiko meninggal di kandungan pada janin perempuan sebenarnya justru lebih besar. Namun setelah dewasa, kemampuan bertahan hidup mereka lebih baik, Justru laki-laki yang lebih rentan meninggal di saat usia muda,” kata peneliti senior Fresh Pond Research Institute di Cambridge, Steven Orzack.
Sementara itu dikutip dari Fimela, sebuah riset dari Gerontology Research Group secara global menemukan bahwa dari 43 orang di dunia yang berhasil melewati usia 110 tahun, 42 di antaranya adalah perempuan.
Mereka menilai secara filosofis mungkin pengalaman menjadi ibu, istri, pencari nafkah dan tantangan hidup lainnya memberikan kekuatan mental dan tahan banting secara fisik kepada para perempuan sehingga itu cukup berpengaruh dalam menentukan umur panjang.
Namun jika dilihat secara ilmiah, menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal Proceedings of National Academy of the United States of America, perempuan cenderung hidup lebih lama daripada pria karena ‘interaksi kompleks faktor biologis, lingkungan, dan sosial’. Dengan kata lain, faktor kesehatan tubuh, lingkungan tempat tinggal atau interaksi sosial dengan banyak orang membantu dalam membuat perempuan mampu bertahan hidup lebih kuat daripada pria.
Penelitian lain yang dilakukan di McGill University juga membuktikan bahwa perempuan adalah makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki kemampuan menahan rasa sakit yang lebih baik dibandingkan pria. Jadi tidak mengherankan jika kemudian hanya perempuan yang mampu menahan rasa sakit melahirkan, kram menstruasi dan lain sebagainya, di mana kemampuan alami itu tak dimiliki pria. (id)







Komentar