Kepala Dinas PUPR Kabupaten Soppeng, Andi Haeruddin
DBS NEWS, SOPPENG – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Soppeng, Andi Haeruddin menilai pembangunan Bendungan Walimpong dan Bendungan Ara bisa jadi langkah preventif mengendalikan banjir di Kabupaten Soppeng.
Keberadaan Bendungan Walimpong di Desa Barae, nantinya bisa menahan air hujan kiriman yang berasal dari Kabupaten Bone dan Sinjai yang selalu menyebabkan banjir di Kecamatan Lilirilau dan Kabupaten Wajo tiap tahunnya.
Sedangkan keberadaan Bendungan Ara di Desa Mattabulu, nantinya bisa menahan kiriman air hujan yang berasal dari Kabupaten Barru dan Bulu Dua Soppeng yang selalu menyebabkan banjir di wilayah Ompo dan sekitarnya.
“Keberadaan dua bendungan ini bisa menampung jutaan kubik air hujan, yang selanjutnya bisa disalurkan ke sungai-sungai kecil atau bisa juga untuk keperluan air baku dan irigasi,” kata Andi Haeruddin, Selasa (27/12/2022).
Sayangnya, pembanguan dua bendungan ini belum bisa terealisasi sampai saat ini, padahal pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang sudah membuat Detail Engineering Design (DED) untuk kedua bendungan sejak tahun 2017.
Untuk Bendungan Walimpong, kendala yang dihadapi dalam pembangunan adalah belum adanya kesepakatan dengan warga desa yang ada di lokasi. Pasalnya, pembangunan bendungan dipastikan akan mengakibatkan relokasi pemukiman warga.
“Saat itu sudah ada presentasi mengenai Detail Engineering Design oleh pihak Balai Besar, namun harus ditunda karena belum ada persetujuan oleh warga desa. Sempat ada usulan warga jika titiknya bisa dipindahkan lebih ke atas, namun pihak peneliti masih memilih titik semula,” ungkap Andi Haeruddin.
Selain pembangunan bendungan, langkah lain yang bisa ditempuh untuk mengurangi dampak banjir di Kabupaten Soppeng adalah dengan melakukan konsep perbaikan hulu sungai walanae.
Namun untuk program ini harus melibatkan partisipasi dari tiga Kabupaten sekaligus yaitu Soppeng, Bone dan Sinjai.
Ketiga daerah tersebut harus secara serentak melakukan perbaikan sempadan sungai dengan menanam pohon pelindung.
“Tujuannya agar sempadan sungai walanae tidak tergerus masuk, karena kan sempadan sungai walanae itu labil karena tidak ada batunya, makanya tiap tahun sungai walanae itu melebar,” ujar Andi Haeruddin. (id)







Komentar