Peran Perempuan Soppeng di Balik Kejayaan Sutera Wajo

DBS NEWS, SOPPENG – Di balik kejayaan dan kepopuleran sutera Wajo saat ini, ternyata tidak lepas dari peran dan andil perempuan-perempuan asal Kabupaten Soppeng.

Hal ini diungkapkan oleh Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak di acara Pelantikan Pengurus IKA Universitas Hasanuddin Kabupaten Soppeng, Sabtu (18/2/2023) lalu.

Menurut Kaswadi, di masa kejayaan sutera di Bumi Latemmamala, banyak laki-laki Wajo yang dikirim ke Soppeng untuk menjadi pemintal sutera.

Namun selain bekerja, ternyata ada misi ‘terselubung’ yang dilakukan oleh para laki-laki Wajo ini.

Para laki-laki Wajo diberikan misi untuk mengawini perempuan-perempuan Soppeng yang terlibat dalam bisnis kerajinan sutera ini.

“Ini orang Wajo kirim laki-lakinya jadi pemintal sutera di Soppeng dengan target kawini orang Soppeng disana. Dan berhasil, dia kawini dan dibawalah perempuan-perempuan Soppeng ini ke Wajo,” ujar Kaswadi.

Fakta ini bisa dibuktikan jika kita menelusuri Kampung-kampung penghasil sutera terbaik di Wajo, di mana kita akan mudah menemukan banyak perempuan-perempuan tua di sana yang ternyata berasal dari Soppeng.

“Coba telusuri, misalnya Dusun Empagae, kita akan menemukan banyak perempuan-perempuan tua di sana yang asalnya dari Soppeng. Mereka berhasil bawa misi dan dijadikanlah Wajo kota Sutera,” kata Kaswadi.

Kaswadi sendiri mengaku tidak heran dengan ‘strategi’ yang diterapkan oleh orang-orang Wajo saat itu. Baginya itu sudah sesuai dengan karakteristik orang Wajo dalam berbisnis.

“Wajo itu orientasinya bisnis. Mohon maaf, ibaratnya menghalalkan segala cara, yang penting tujuannya berhasil,” tandas Kaswadi. (id)

Komentar