Beda Pengelolaan Limbah Medis RSUD Latemmamala dan Puskesmas di Soppeng

DBS NEWS, SOPPENG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Soppeng, Sallang memastikan pengelolaan limbah medis di RSUD Latemmamala dan Puskesmas di Kabupaten Soppeng telah sesuai dengan standar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Limbah medis merupakan limbah yang berasal dari pelayanan medis. Limbah medis ini seperti jarum suntik, masker, sarung tangan, perban, set infus dan lain-lain.

Menurut Sallang, pengelolaan limbah medis tidak boleh sembarangan dan harus dikelola secara benar, hal ini mengingat limbah medis termasuk ke dalam kategori limbah berbahaya bagi masyarakat karena infeksius dan beracun.

“Tak hanya itu, pengelolaan limbah medis juga bagian dari persyaratan akreditasi Rumah Sakit dan Puskesmas sehingga sangat penting,” ujar Sallang, Senin (27/2/2023).

Dalam prakteknya, pengelolaan limbah medis di RSUD Latemmamala dan Puskesmas-puskesmas di Kabupaten Soppeng dilakukan oleh pihak yang berbeda.

Limbah medis di RSUD Latemmamala telah dikelola secara mandiri. Dimana pihak RSUD telah mempunyai incenerator atau mesin pengolah yang memiliki izin penggunaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Incenerator milik RSUD Latemmamala ini telah memenuhi syarat penggunaan. Alat itu mampu memusnahkan limbah medis dengan suhu diatas 1000 derajat celcius,” kata Sallang.

Sedangkan, pengelolaan limbah medis Puskesmas-puskesmas di Soppeng harus dialihkelolakan ke pihak ketiga, karena belum ada puskesmas yang memiliki mesin incenerator.

Pihak ketiga disini adalah perusahaan yang dikelola langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Selatan.

Secara periodik rekanan pengelola limbah medis akan mengambil limbah medis di 17 Puskesmas di Soppeng, untuk selanjutnya diangkut untuk dihancurkan menggunakan alat incenerator yang ada di Makassar.

“Limbah medis Puskesmas-puskesmas di Soppeng sendiri tidak bisa diolah di incenerator milik RSUD Latemmamala karena keterbatasan kapasitas, sehingga limbah yang dikelola hanya yang berasal dari Rumah Sakit saja,” urai Sallang. (id)

Komentar