DBS NEWS, SOPPENG – November tahun 2022 silam, Presiden Joko Widodo pernah melontarkan pernyataan menarik tentang rambut putih atau uban seorang pemimpin.
Saat itu, Joko Widodo menyebut pemimpin yang beruban dan memiliki banyak kerutan di wajahnya sebagai salah satu ciri pemimpin yang memikirkan rakyat.
“Pemimpin yang mikirin rakyat itu kelihatan dari penampilannya, dari kerutan di wajahnya. Kalau wajahnya cling bersih, tidak ada kerutan di wajahnya hati-hati, lihat juga rambutnya, kalau rambutnya putih semua ini mikir rakyat ini,” ujar Joko Widodo.
Pernyataan Joko Widodo tentang pemimpin berambut putih itupun menjadi viral di media sosial. Bahkan sempat menjadi trending di media sosial Twitter.
Lantas benarkah jika rambut putih alias beruban adalah pertanda seseorang sering berpikir keras?
Mengutip dari Chanel YouTube Kompas.com, anggapan rambut putih yang dikaitkan dengan kebiasan berpikir maupun tingkat stres yang dihadapi seseorang bukanlah hal baru.
Studi dari Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons membuktikan jika memang ada kaitan antara stres dengan rambut putih manusia.
Perubahan protein di rambut yang disebabkan stres pada mitokondria dapat menjelaskan bagaimana stres mengubah rambut menjadi abu-abu.
Selain itu, rambut menyimpan informasi sejarah biologis tubuh termasuk tekanan yang diterima secara fisik dan mental.
“Ketika rambut masih berada dibawah kulit sebagai folibel, mereka tunduk pada pengaruh hormon stres dan hal-hal lain yang terjadi di dalam pikiran dan tubuh kita,” urai Martin Picard, Profesor Universitas Columbia Vagelos.
Namun perlu juga diketahui, meskipun stres mempercepat tumbuhnya uban namun rambut bisa menghitam kembali ketika beban pikiran reda.
“Data kami menambah semakin banyak bukti yang menunjukkan penuaan manusia bukanlah proses biologis yang tetap dan linier, tapi mungkin, setidaknya sebagian dapat dihentikan atau bahkan dibalik untuk sementara,” ujar Picard.
Meski demikian, di sejumlah kondisi, mengurangi stres tidak serta-merta membuat uban kembali menghitam.
“Di usia paruh baya, ketika rambut mendekati ambang batas karena usia biologis dan faktor lainnya, stres akan mendorongnya melewati ambang itu dan berubah menjadi beruban,” tambah Picard.
Jadi, seseorang yang berusia 70 tahun atau bertahun-tahun beruban tidak bisa langsung kembali normal ketika stresnya hilang.







Komentar