8.440 Warga Soppeng Hanya Mampu Penuhi Pengeluaran di Bawah Rp10 Ribu per Hari

DBS NEWS, SOPPENG – Sebanyak 8.440 jiwa warga Kabupaten Soppeng memiliki taraf hidup rendah karena hanya mampu memenuhi pengeluaran per kapita di bawah Rp322.170 per bulan atau Rp10.739 per hari.

Hal ini berdasarkan data terbaru Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Soppeng.

Lalabata menjadi Kecamatan yang memiliki jumlah penduduk terbanyak dalam kategori tersebut, yaitu sebanyak 1.936 jiwa.

Kemudian berturut-turut, Kecamatan Marioriwawo sebanyak 1.527 jiwa, Lilirilau sebanyak 1.407 jiwa, Donri-Donri 1.104 jiwa, Marioriawa sebanyak 909 jiwa, Liliriaja sebanyak 855 jiwa, Citta sebanyak 555 jiwa dan Ganra sebanyak 84 jiwa.

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Soppeng, Andi Agus Nongki menyebut, jumlah tersebut merupakan hasil musyawarah desa dan kelurahan pada September 2023 lalu.

“Jumlah 8.440 jiwa itu berasal dari 1.641 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Soppeng. Dari jumlah tersebutlah diperkirakan ada masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem,” ujar Andi Agus Nongki, Selasa (7/11/2023).

Penduduk yang memiliki taraf hidup rendah ini selanjutnya akan menjadi prioritas dalam program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Soppeng.

Setidaknya ada tiga program penanggulangan kemiskinan yang disiapkan bagi warga yang masuk kategori tersebut, yaitu program pengurangan beban masyarakat miskin, program peningkatan pendapatan masyarakat melalui pemberian pelatihan kerja dan bantuan modal, serta pengurangan kantong kantong kemiskinan dengan pembangunan dan perbaikan infrastruktur.

“Inilah yang menjadi sasaran untuk penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Soppeng, yang mana kita targetkan menjadi nol persen pada akhir 2024 mendatang,” imbuh Andi Agus Nongki. (id)

Komentar