DBS NEWS, SOPPENG – Derajat kesehatan masyarakat Soppeng mengalami penurunan yang sangat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini berdasarkan data terbaru mengenai Angka Kesakitan atau Morbidity Rate yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng pada 5 Desember 2023.
Angka Kesakitan didefinisikan sebagai proporsi penduduk yang mengalami keluhan kesehatan sampai mengakibatkan terganggunya pekerjaan, sekolah maupun kegiatan sehari-hari terhadap keseluruhan penduduk yang ada di wilayah tersebut.
Data BPS Soppeng, Angka Kesakitan Kabupaten Soppeng pada tahun 2018 hingga 2021 sebenarnya mengalami tren penurunan yang cukup signifikan mulai dari 9,51 menjadi 4,62.

Namun pada tahun 2022, Angka Kesakitan kembali meningkat drastis menjadi 11,84. Hal ini berarti bahwa banyaknya penduduk Kabupaten Soppeng yang mengalami gangguan kesehatan sampai mengakibatkan terganggunya kegiatan sehari-hari.
Untuk diketahui, semakin rendah angka kesakitan mengindikasikan semakin membaiknya derajat kesehatan masyakarat di suatu wilayah. Sebaliknya, semakin tinggi angka kesakitan menggambarkan semakin buruknya derajat kesehatan masyarakat di suatu wilayah.
Menurut BPS, status kesehatan masyarakat dapat dipengaruhi oleh pola hidup masyarakat terutama dalam upaya preventif. Pola hidup tersebut juga sangat bergantung pada perilaku dan pendapatan masyarakat.
Sulitnya memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat menyebabkan terjadi pergeseran pola makan yang secara tidak langsung dapat berpengaruh terhadap kesehatan sehingga menyebabkan perubahan tingkat produktivitas masyarakat.
Untuk mengukur status kesehatan masyarakat itulah maka digunakan indikator Angka Kesakitan atau Morbidity Rate.
Sementara itu, berdasarkan data terbaru Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Soppeng, Sebanyak 8.440 penduduk Kabupaten Soppeng memiliki taraf hidup rendah.
Hal itu terjadi karena penduduk tersebut hanya mampu memenuhi pengeluaran per kapita di bawah Rp322.170 per bulan atau Rp10.739 per hari.
Jumlah 8.440 itu berasal dari 1.641 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Soppeng.
Lalabata menjadi Kecamatan yang memiliki jumlah penduduk terbanyak dalam kategori tersebut, yaitu sebanyak 1.936 jiwa.
Kemudian berturut-turut, Kecamatan Marioriwawo sebanyak 1.527 jiwa, Lilirilau sebanyak 1.407 jiwa, Donri-Donri 1.104 jiwa, Marioriawa sebanyak 909 jiwa, Liliriaja sebanyak 855 jiwa, Citta sebanyak 555 jiwa dan Ganra sebanyak 84 jiwa. (id)







Komentar