DBS NEWS, SOPPENG – Fenomena wanita yang memilih bekerja mencari nafkah sementara laki-laki memilih mengurus rumah tangga kian tren dan banyak terjadi di Kabupaten Soppeng.
Hal ini berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng pada Oktober 2023.
Dalam survei BPS tersebut tercatat, bahwa dari 185.668 penduduk usia kerja di Kabupaten Soppeng pada tahun 2022, sebanyak 6.176 orang diantaranya adalah laki-laki yang memilih mengurus rumah tangga.
Di tahun yang sama, terdapat 43.325 perempuan yang justru memilih bekerja untuk mencari nafkah atau membantu memperoleh penghasilan.
Jumlah itu mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Tahun 2021 misalnya, dari 184.795 penduduk usia kerja saat itu, jumlah laki-laki yang berstatus mengurus rumah tangga ada sebanyak 3.649 orang, sedangkan perempuan yang memilih bekerja 37.656 orang.
Sedangkan di tahun 2020, dari 183.785 penduduk usia kerja, jumlah laki-laki yang memilih mengurus rumah tangga masih di angka 2.990 orang, sedangkan perempuan yang berkerja 32.983 orang.
Sementara itu dikutip dari okezone, Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo, menilai fenomena wanita yang memilih bekerja mencari nafkah sementara laki-laki memilih mengurus rumah tangga sebenarnya sudah lumrah, tapi tidak dipungkiri jika norma di negara ini menganggap hal tersebut salah besar.
“Kita masih terkurung dalam konsep hirarki, laki-laki sebagai kepala keluarga mesti mencari uang di luar dan perempuan di rumah memastikan kebutuhan dan kondisi rumah selalu baik,” terang Vera.
Vera menegaskan bahwa kondisi laki-laki yang fokus mengurus rumah tangga boleh-boleh saja tapi ada beberapa hal yang mesti disepakati. Hal Itu menjadi sangat penting karena jika ada beban yang tidak tersampaikan, bisa saja menjadi kendala di kemudian hari.
“Antara pasangan harus menyepakati perannya apa saja dalam konsep ini, jangan sampai konsep tanggung jawab dasarnya tidak diikuti. Selain itu, wajib terbuka satu sama lainnya, termasuk perihal penghasilan perbulan. Emosi di antara keduanya juga perlu dibicarakan supaya terjadi komunikasi yang baik,” kata Vera.
Sementara itu, serangan dari luar juga harus siap diterima. Serangan di sini maksudnya adalah cibiran keluarga, tetangga, saudara, pun teman-teman harus bisa disikapi dengan dewasa.
“Keputusan ini sulit, tapi ketika anda dan pasangan sudah sepakat dengan segala keputusannya, maka jangan ragu untuk melawan serangan,” tambah Vera. (id)







Komentar