IPM Kabupaten Soppeng Kalah dari Sidrap, Barru dan Wajo

Foto : Ilustrasi

DBS NEWS, SOPPENG – Meski angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Soppeng menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, dimana pada tahun 2020 IPM Kabupaten Soppeng sebesar 68,67 menjadi 68,99 pada tahun 2021.

Namun jika dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten disekitarnya atau yang berbatasan langsung secara geografis dengan Kabupaten Soppeng, seperti Sidrap, Barru, Wajo dan Bone. IPM Kabupaten Soppeng ternyata tergolong cukup rendah.

Berdasarkan Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng, angka IPM Kabupaten Soppeng masih kalah dari Sidrap, Barru dan Wajo. Soppeng hanya lebih tinggi daripada Kabupaten Bone dan hanya menempati peringkat dua terbawah.

Bahkan kondisi IPM di Kabupaten Soppeng ini masih jauh di bawah angka IPM Provinsi Sulawesi Selatan.

Dilansir dari laman resmi BPS Kabupaten Soppeng, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) digunakan untuk mengukur keberhasilan atau kinerja pembangunan kualitas hidup manusia pada suatu wilayah.

IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

IPM dibangun oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standard hidup layak. Ketiga dimensi ini mempunyai pengertian yang luas terkait indikator-indikator pengukurannya.

Pada dimensi kesehatan, digunakan indikator Angka Harapan Hidup dalam pengukurannya. Untuk mengukur dimensi pengetahuan digunakan indikator Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah. Sedangkan untuk mengukur dimensi hidup layak digunakan indikator kemampuan daya beli.

Untuk Angka Harapan Hidup, Kabupaten Soppeng terbilang cukup tinggi dibandingkan empat kabupaten disekitarnya, bahkan menduduki posisi dua teratas yang hampir serupa dengan Kabupaten Sidrap. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas kesehatan di Kabupaten Soppeng terbilang cukup baik, sebab harapan seseorang untuk Panjang umur tergolong tinggi.

Sementara untuk Harapan Lama Sekolah, Kabupaten Soppeng berada pada posisi dua terbawah di antara empat kabupaten lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa harapan seseorang mendapat pendidikan di Kabupaten Soppeng tidak terlalu tinggi, atau dengan kata lain harapan seseorang untuk sekolah sampai dengan jenjang pendidikan tinggi masih rendah.

Untuk indikator Rata-rata Lama Sekolah, Dari tahun 2010 sampai dengan 2021, pertumbuhan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Soppeng terus mengalami peningkatan. Pertumbuhan ini bahkan lebih tinggi dari Kabupaten Wajo dan Kabupaten Bone, dimana harapan lama sekolah mereka cukup tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata lama sekolah di Kabupaten Soppeng lebih mendekati pada harapan lama sekolahnya.

Indikator Pengeluaran Perkapita di Kabupaten Soppeng masih tergolong rendah walaupun trennya menunjukkan tren yang positif. Dibandingkan keempat kabupaten sekitarnya, pengeluaran perkapita di Kabupaten Soppeng berada pada peringkat kedua dari bawah dan di bawah nilai provinsi.

Melihat dari komponen penyusunnya, maka perlu adanya perbaikan di bidang pendidikan dan kesejahteraan perekonomian. Untuk meningkatkan IPM Kabupaten Soppeng secara khusus, pemerintah daerah perlu melakukan upaya-upaya khusus untuk daerahnya  sendiri, terutama demi perbaikan kondisi pendidikan  dan perekonomian masyarakat di Kabupaten Soppeng. (id)

Komentar