DBS NEWS, SOPPENG – Penggiat Demokrasi dan Kepemiluan Kabupaten Soppeng yang juga Presidium KAHMI Soppeng, Andi Akbar mendukung penerapan Pemilu dengan sistem proporsional tertutup.
Menurutnya, selain menekan biaya penyelenggaraan, pemilu dengan sistem proporsional tertutup juga dipandang mampu menekan berbagai bentuk potensi korupsi kedepannya.
“Pileg dengan sistem proporsional terbuka hanya melahirkan biaya politik yang mahal dan potensi korupsi yang dilakukan oleh anggota dewan karena mau mengembalikan modal kampanyenya,” ujar Andi Akbar, Sabtu (31/12/2022).
Dalam pemilu dengan sistem proporsional tertutup, pemilih nantinya hanya perlu mencoblos partai politik. Kemudian, partai politik yang akan menentukan siapa anggota legislatif yang bakal duduk di parlemen.
Sistem proporsional tertutup diyakini bakal menciptakan persaingan yang lebih adil bagi para calon anggota legislatif.
“Tidak ada lagi pertarungan antar calon, mereka-mereka yang sekarang mengurusi partai luar biasa, berkorban luar biasa, kemudian pada saat pencalonan itu kalah sama orang baru yang membawa modal besar.”
“Makanya kita apresiasi positif pendapat Ketua KPU RI, Hasyim Asy’ari terkait pemilu dengan sistem proporsional tertutup ini dan kami mendorong agar ditetapkan menjadi sistem kepemiluan 2024,” ujar Andi Akbar.
Untuk diketahui, beberapa waktu lalu Ketua KPU RI, Hasyim Asy’ari sempat mengeluarkan pendapat tentang kemungkinan Pemilu Serentak 2024 akan kembali menggunakan sistem proporsional tertutup.
Pemilu dengan sistem proporsional tertutup dinilai Hasyim memiliki beberapa keunggulan dibandingkan proporsional terbuka.
Mulai dari desain kertas suara yang akan lebih simpel dan sama di seluruh Indonesia, juga karena anggaran yang digunakan akan lebih murah dibandingkan proporsional terbuka, sebab anggaran pencetakan kertas suara akan sama di seluruh Indonesia.
Saat ini polemik proporsional terbuka vs proporsional tertutup sedang diuji ke Mahkamah Konstitusi (MK).
(id)







Komentar