DBS NEWS, SOPPENG – Permainan latto-latto kini sangat populer, tidak hanya di Soppeng namun di seluruh Indonesia. Betapa tidak, permainan ini digandrungi oleh semua kalangan, khususnya anak-anak.
Namun, dibalik viralnya permainan latto-latto ada beberapa daerah di Indonesia yang sudah melarang permainan lawas ini.
Bahkan dua dinas pendidikan yakni di Pesisir Barat Lampung dan Kabupaten Bandung Barat sudah menerbitkan surat edaran larangan siswa membawa latto-latto ke lingkungan sekolah.
Larangan itu didasari, karena selain permainan latto-latto bisa mengganggu, mainan itu juga bukan alat pendukung proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
Lantas, perlukah sekolah-sekolah di Soppeng juga melarang siswa memainkan latto-latto?
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Soppeng, Andi Sumangerukka yang dikonfirmasi, Kamis (12/1/2022), menyebut Pemerintah Daerah sejak dulu memang telah melarang segala jenis mainan dibawa ke sekolah.
“Pada prinsipnya semua jenis mainan memang sudah dilarang dibawa ke sekolah, tidak hanya latto-latto. handphone saja bahkan sudah dilarang,” kata Andi Sumangerukka.
Sementara itu dilansir dari Kompas, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau kerap disapa Kak Seto setuju jika sekolah melarang latto-latto.
Hal itu menurut Kak Seto untuk melindungi anak dan agar tidak menggangu konsentrasi di lingkungan belajar.
“Intinya kalau itu demi kepentingan terbaik bagi anak, hanya melindungi anak, justru (melarang) itu yang terbaik. Jadi konteksnya adalah demi perlindungan anak,” kata Kak Seto
Kak Seto menjelaskan, permainan yang mengeluarkan bunyi tek-tek-tek ini sebenarnya tak masalah apabila dilakukan oleh orang profesional atau orang dewasa yang mengetahui caranya sehingga menghindarkan adanya bahaya.
Namun apabila dimainkan anak-anak dan bisa menimbulkan bahaya maka menurutnya sebaiknya diganti dengan permainan lain yang lebih aman dan edukatif.
Sebagai alternatif, Kak Seto menyebut bola latto-latto bisa diganti dengan bahan yang tidak berbahaya jika terkena anggota tubuh. Sebab, permainan lato lato menurutnya juga memiliki sisi postif untuk perkembangan anak.
“Sisi positifnya itu bisa melatih ketangkasan fisik anak, kepercayaan diri, melatih sosialisasi, dan sebagainya. Tapi kalau apa pun sudah berlebihan, ya dilarang,” ujarnya.
“Artinya, permainan ini positif jika diawasi oleh orang dewasa dengan cara yang benar. Kalau asal-asalan, ya berbahaya,” sambungnya.







Komentar