Bupati Soppeng, Suwardi Haseng dalam bingkai ilustrasi
DBS NEWS, SOPPENG – Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, menyebut keterbatasan tenaga kerja menjadi salah satu tantangan yang saat ini dihadapi sektor pertanian di Kabupaten Soppeng.
“Para petani selama ini telah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan cuaca, harga hasil pertanian yang tidak menentu, kenaikan harga pupuk, hingga keterbatasan tenaga kerja,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Kekhawatiran Bupati Soppeng tersebut didukung oleh data statistik yang menunjukkan tren penurunan tenaga kerja sektor pertanian yang cukup signifikan dalam kurun waktu setahun terakhir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan, jumlah pekerja di sektor pertanian di Kabupaten Soppeng pada tahun 2025 tercatat sebanyak 46.318 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 37.275 laki-laki dan 9.043 perempuan.
Angka ini mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun 2024. Saat itu, jumlah tenaga kerja di sektor pertanian masih berada di angka 51.492 orang, yang terdiri dari 39.953 laki-laki dan 11.539 perempuan.
Dengan berkurangnya sekitar 5.174 tenaga kerja dalam setahun, Suwardi menekankan perlunya perhatian khusus agar sektor pertanian tetap mampu berproduksi secara optimal di tengah tantangan keterbatasan tenaga kerja.
“Solusinya melalui penerapan sistem pertanian modern melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian. Teknologi hadir bukan untuk menggantikan petani, tetapi untuk membantu pekerjaan menjadi lebih ringan dan hasil panen semakin meningkat,” ujar Suwardi.
Penulis: Idham







Komentar