DBS NEWS, SOPPENG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Soppeng baru saja melaksanakan kegiatan Studi Tiru Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kota Yogyakarta.
Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Disdikbud Soppeng, Trusminardi yang dikonfirmasi menyebut, total anggaran yang dihabiskan untuk kegiatan studi ini mencapai Rp480 juta.
Sumber anggaran kegiatan studi tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kalau perhitungannya 6 juta per orang, dengan 80 orang peserta totalnya Rp480 juta. Peserta tidak dipungut biaya lagi,” ujar Trusminardi, Senin (29/5/2023).
Para peserta studi diketahui berasal dari pegawai Disdikbud Soppeng dan sejumlah pegawai sekolah tingkat PAUD, Sekolah Dasar dan SMP. Peserta ada yang berstatus honorer dan PNS.
Namun menariknya, diantara rombongan studi, ternyata ada seorang pensiunan yang diketahui ikut serta dalam kegiatan tersebut.
Hal itupun dibenarkan oleh Trusminardi, menurutnya, dari awal kegiatan, studi ini memang terbuka untuk siapa saja, selama yang bersangkutan bisa membayar sendiri biaya akomodasi.
“Ada satu pensiunan yang ikut, tapi pensiunan ini membayar sendiri. Kita memang terbuka bagi siapa saja yang mau ikut, selama dia membayar sendiri. Yang jelas dia tidak masuk dalam 80 peserta yang ditanggung APBD,” ujar Trusminardi.
Sementara itu, dipilihnya Kota Yogyakarta sebagai lokasi studi, tidak lepas karena keberhasilan daerah tersebut dalam mengelola Dana BOS.
Kota Yogyakarta dinilai sukses dalam menerapkan aplikasi sehingga cepat dalam proses laporan pertanggung jawaban dana BOS.
“Kalau kita di Soppeng, selalu kerepotan makanya kami pergi belajar ke Kabupaten yang pengelolaannya bagus. Studi dilakukan di dua sekolah dan di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta,” urai Trusminardi. (id)







Komentar