BPS Sulsel : Perempuan Soppeng Lebih Berumur Panjang Dibanding Laki-laki

DBS NEWS, SOPPENG – Para perempuan di Kabupaten Soppeng ternyata lebih berumur panjang dibanding laki-lakinya.

Hal ini berdasarkan data terbaru Indeks Pembangunan Gender yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan pada 14 September 2023.

BPS Sulsel mencatat, perempuan di Kabupaten Soppeng memiliki Umur Harapan Hidup (UHH) mencapai nilai 71,99 pada tahun 2022.

Hal itu dapat diartikan bahwa rata-rata lama hidup perempuan Soppeng sampai meninggal yaitu kurang lebih pada usia 71 sampai 72 tahun.

Sementara Umur Harapan Hidup (UHH) laki-laki di Kabupaten Soppeng hanya mencapai nilai 68,27 pada tahun 2022.

Hal tersebut dapat diartikan bahwa rata-rata lama hidup laki-laki di Kabupaten Soppeng yaitu kurang lebih pada usia 68 sampai 69 tahun.

Umur Harapan Hidup perempuan di Kabupaten Soppeng ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Tahun 2021, umur harapan hidup perempuan di Soppeng masih di poin 71,60, sedangkan laki-laki di poin 68,01.

Jika dibandingkan Kabupaten/Kota lain di Sulawesi Selatan, nilai umur harapan hidup perempuan Soppeng hanya menempati peringkat ke 13 tertinggi.

Daerah dengan nilai umur harapan hidup perempuan tertinggi di Sulawesi Selatan di tempati oleh Tana Toraja dengan nilai mencapai 75,54.

Artinya perempuan di Tana Toraja memiliki rata-rata lama hidup sampai meninggal yaitu kurang lebih pada usia 75 sampai 76 tahun.

Peringkat kedua ditempati oleh Toraja Utara dengan nilai umur harapan hidup perempuan mencapai 75,47. Kemudian berturut-turut Kota Makassar (74, 27), Pare-Pare (73,44), dan Palopo (73,06).

Sekedar diketahui, Umur Harapan Hidup atau UHH adalah perkiraan rata-rata jumlah tahun seseorang dapat hidup sejak lahir. UHH juga merupakan metrik untuk menilai kesehatan suatu masyarakat.

Sementara itu dilansir dari liputan6, penelitian yang dipublikasikan oleh Prosiding National Academy of Sciences menunjukkan, bahwa kemampuan bertahan hidup perempuan ternyata memang lebih baik dari laki-laki. Kemampuan itu didapat setelah perempuan lahir.

“Risiko meninggal di kandungan pada janin perempuan sebenarnya justru lebih besar. Namun setelah dewasa, kemampuan bertahan hidup mereka lebih baik, Justru laki-laki yang lebih rentan meninggal di saat usia muda,” kata peneliti senior dengan Fresh Pond Research Institute di Cambridge, Steven Orzack.

Sedangkan sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Proceedings of National Academy of the United States of America, perempuan cenderung hidup lebih lama daripada pria dikarenakan ‘interaksi kompleks faktor biologis, lingkungan, dan sosial’.

Dengan kata lain, faktor kesehatan tubuh, lingkungan tempat tinggal atau interaksi sosial dengan banyak orang, membantu dalam membuat perempuan mampu bertahan hidup lebih kuat daripada pria.

Penelitian lain yang dilakukan di McGill University juga membuktikan bahwa perempuan adalah makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki kemampuan menahan rasa sakit yang lebih baik dibandingkan pria.

Jadi tidak mengherankan jika kemudian hanya perempuan yang mampu menahan rasa sakit melahirkan, kram menstruasi dan lain sebagainya, di mana kemampuan alami itu tak dimiliki pria. (id)

Komentar