Ist
DBS NEWS, SOPPENG – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), menunjukkan bahwa meski luas panen di Kabupaten Soppeng mengalami peningkatan, tingkat produktivitas per hektare lahan justru mengalami penurunan.
Tercatat, luas panen padi di Kabupaten Soppeng meningkat dari 45.441 hektare pada 2024 menjadi 49.087 hektare pada 2025.
Begitupun dengan total produksi padi yang juga ikut bertambah dari 242.469 ton pada 2024 menjadi 258.421 ton pada 2025.
Namun bertambahnya angka luas panen saat ini tidak diikuti oleh peningkatan produktivitas per hektare.
Data BPS, tingkat produktivitas di Soppeng justru terkoreksi dari 53,36 kuintal per hektar (ku/ha) pada 2024 menjadi 52,65 ku/ha pada 2025.
Secara teknis, produktivitas lahan dalam statistik pertanian dihitung dengan membagi total produksi (ton) dengan luas panen (hektare).
Penurunan produktivitas ini mengindikasikan bahwa hasil panen per satuan lahan justru tidak seoptimal tahun sebelumnya.
Dalam dunia pertanian, produktivitas adalah indikator krusial yang mengukur seberapa efisien petani dalam mengolah lahan untuk mendapatkan hasil maksimal.
Ketika produktivitas menurun, artinya setiap hektar lahan kini menghasilkan jumlah gabah yang lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.
Kondisi ini bisa diartikan bahwa kenaikan total produksi padi saat ini didorong oleh penambahan luasan lahan, bukan karena peningkatan hasil per satuan luas.









Komentar