Ditarget Rampung Juli, Pembangunan Sekolah Rakyat di Soppeng Baru 70%

Bupati Soppeng, Suwardi Haseng dengan latar foto kondisi terkini SRT 64 Soppeng

DBS NEWS, SOPPENG – Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, menyoroti progres pembangunan Sekolah Rakyat (SRT) 64 Soppeng yang dinilai masih jauh dari target penyelesaian.

Dimulai sejak Januari 2026, progres fisik pembangunan gedung sekolah saat ini baru mencapai kisaran 65 hingga 70 persen.

Padahal, sesuai dengan jadwal yang ditetapkan pemerintah pusat, proses belajar mengajar di lokasi tersebut seharusnya sudah dapat dimulai serentak secara nasional pada 11 Juli mendatang.

“Harusnya rampung di bulan Juli, dan seharusnya di 11 Juli nanti bersamaan seluruh Indonesia untuk melaksanakan belajar mengajar di tempat itu. Namun, saya melihat progres pembangunan baru sekitar 65-70 persen karena atap, dinding, dan jalanan belum selesai,” ujar Suwardi, Jumat (19/6/2026).

Terkait kondisi tersebut, Bupati mengimbau pihak pengelola Sekolah Rakyat untuk tidak memaksakan penggunaan fasilitas sekolah sebelum pekerjaan dinyatakan rampung sepenuhnya.

Menurutnya, keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama. Keberadaan alat berat dan aktivitas kendaraan yang masih berseliweran di sekitar area proyek sangat berisiko bagi keamanan anak-anak.

“Jangan dulu masukkan siswa di sana sebelum rampung 100 persen karena sangat membahayakan. Kita harus mengutamakan kesehatan dan keamanan anak-anak kita agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Untuk mengejar ketertinggalan jadwal tersebut, Suwardi mengaku telah memerintahkan pihak kontraktor untuk menambah jumlah pekerja di lapangan.

“Pemerintah sudah meminta untuk digandakan pekerjanya karena sudah sangat terlambat, supaya waktu yang ditetapkan pusat bisa terlaksana sesuai jadwal,” ujar Suwardi.

Sekedar diketahui, pembangunan SRT 64 Soppeng mengambil lokasi di Lempa, Kelurahan Lalabata Rilau. Pembangunannya menelan anggaran mencapai Rp243 miliar yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025–2026.

Komentar