Minim Industri Pengolahan, Soppeng Disebut Kehilangan Nilai Tambah

Ist

DBS NEWS, SOPPENG – Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DPMPTSP Nakertrans) Kabupaten Soppeng, Andi Dhamrah, menilai minimnya industri pengolahan menyebabkan Soppeng kehilangan nilai tambah.

Padahal Soppeng memiliki kekayaan komoditas pertanian yang melimpah, khususnya padi, jagung dan kakao.

Namun, potensi tersebut belum dapat dioptimalkan karena sebagian besar hasil panen masih dijual ke luar daerah dalam bentuk bahan mentah.

“Soppeng kaya akan komoditas seperti padi, jagung, dan kakao, namun sebagian besar dijual dalam bentuk mentah ke luar daerah,” ujar Andi Dhamrah, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, minimnya industri pengolahan atau pabrik manufaktur di Soppeng berimplikasi langsung pada terbatasnya serapan tenaga kerja lokal.

Jika komoditas tersebut diolah di dalam daerah, akan tercipta nilai tambah yang mampu membuka peluang lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

“Minimnya sektor industri pengolahan atau hilirisasi membuat Soppeng kehilangan potensi penciptaan lapangan kerja dari industri manufaktur atau pabrik pengolahan,” ucap Andi Dhamrah.

Komentar