Ilustrasi
DBS NEWS, SOPPENG – Sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng memilih saling lempar tanggung jawab saat dimintai tanggapan terkait fakta bahwa pendapatan pajak dan retribusi dari masyarakat jauh lebih besar dibanding hasil bisnis Pemkab Soppeng sendiri.
Dua pejabat yang dimintai tanggapan, yakni Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Soppeng, Dipa, serta Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi, Jumiar.
Dipa enggan memberikan komentar dan meminta agar konfirmasi langsung diarahkan ke Bagian Ekonomi.
“Pembinaannya ada di bagian ekonomi, sebaiknya minta tanggapan pemerintah melalui Kabag Ekonomi,” ujar Dipa, Selasa (21/7/2026).
Namun, pernyataan serupa juga disampaikan oleh Kabag Ekonomi. Ia menyarankan agar konfirmasi langsung ditujukan kepada pihak BPKPD karena pengelolaan pendapatan daerah berada di bawah kewenangan instansi tersebut.
“Lebih bagus kalau langsung ke Kepala BPKPD, karena itu memang urusan mereka, apalagi saya masih baru sebagai Kabag Ekonomi,” ucap Jumiar di hari yang sama.
Diberitakan sebelumnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari realisasi sektor pajak tercatat sebesar Rp26,8 miliar pada tahun 2024 dan meningkat signifikan menjadi Rp44,6 miliar pada tahun 2025.
Lonjakan yang lebih drastis terjadi pada sektor retribusi. Jika pada tahun 2024 perolehannya berada di angka Rp4,41 miliar maka pada tahun 2025 meroket tajam menjadi Rp141,7 miliar
Secara keseluruhan, total gabungan pajak dan retribusi masyarakat ini melonjak dari sekira Rp31,22 miliar pada 2024 menjadi Rp186,37 miliar pada 2025.
Sebaliknya, pertumbuhan yang sangat lambat justru tercatat pada sektor hasil perusahaan milik daerah dan pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.
Pada tahun 2024, sektor ini hanya menyumbang PAD sebesar Rp16,4 miliar dan merangkak naik secara tipis menjadi Rp17,3 miliar pada tahun 2025.
Padahal, Pemkab Soppeng diketahui memiliki sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti PT.Lamataesso Mattapa dan PDAM Soppeng, Selain itu, Pemkab juga diketahui memiliki saham di Bank Sulselbar.
Penulis: Idham







Komentar