Cuan Ekonomi di Balik Makam-Makam Keramat di Soppeng

DBS NEWS, SOPPENG – Sebuah penelitian yang dilakukan Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan mengungkap, mengenai aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi makam-makam keramat di Kabupaten Soppeng.

Penelitian dilakukan di dua lokasi makam penyiar agama Islam, yakni makam Syekh Abdul Madjid yang berlokasi di Dusun Uddungeng, Kelurahan Bila, kecamatan Lalabata, dan makam Petta Jangko, kelurahan Attang Salo, Kecamatan Marioriawa.

Keberadaan kedua makam ini sendiri mendapat perhatian masyarakat sebagai makam yang dikeramatkan.

Aktivitas masyarakat dalam memperlakukan kedua makam inipun sudah menjadi tradisi yang diteruskan secara turun temurun.

Beberapa pengunjung diketahui datang berziarah guna mendapat berkah dan bermohon untuk diperbanyak rezeki, dimudahkan usaha dan hal-hal lain yang bersifat ke duniawian.

Di dalam upaya memperoleh apa yang diinginkan, para peziarah sering melakukan tindakan-tindakan yang didasarkan atas keyakinan mereka.

Hal ini kemudian berimplikasi dengan munculnya aktivitas ekonomi masyarakat setempat yang menyediakan kebutuhan para peziarah.

Munculnya mekanisme pasar di sekitar makam inipun menghasilkan simbiosis yang saling menguntungkan antara kehadiran peziarah dengan masyarakat di sekitar makam.

Di makam Syekh Abdul Madjid misalnya, Peneliti menilai, sejak ramainya aktivitas ziarah di makam tersebut menyebabkan arus transportasi yang menghubungkan antara kota Soppeng dengan lokasi makam juga semakin lancar.

Keberadaan angkutan umum atau pete-pete maupun motor ojek membawa keuntungan besar bagi masyarakat yang ada disekitar lokasi makam Syekh Abdul Madjid.

Masyarakat sekitar yang hendak ke pasar, ke sekolah, dan ke kantor kini menjadi lebih mudah.

Hal yang sama juga terjadi di lokasi Makam Petta Jangko, di mana masyarakat merasakan dampaknya mulai dari bidang ekonomi, bidang transportasi dan juga fasilitas umum.

Secara ekonomi, masyarakat turut terbantu dengan adanya makam tersebut karena adanya peluang bagi masyarakat sekitar mendapatkan sumber rejeki dari para pengunjung makam.

Di bidang transportasi, keberadaan makam Petta Jangko juga memberi dampak positif, dimana banyaknya pengunjung, membuat arus transportasi  menuju makam semakin ditingkatkan.

Selain itu, berbagai fasilitas umum sebagai pendukung dan penunjang dalam aktivitas peziarah di makam juga disediakan.

Mulai dari ketersediaan sarana ibadah atau Mushallah, lahan parkir dan tempat istirahat atau balai-balai. Dari penyediaan beberapa fasilitas tersebut, masyarakat selanjutnya menyewakan dengan tarif tertentu.

Penyediaan fasilitas itu dilakukan agar ritual berjalan lancar serta memberikan rasa aman bagi para peziarah makam di tempat tersebut.

“Keberadaan Makam Syekh Abdul Madjid dan Makam Petta Jangko, memberi dampak baik terhadap pengunjung atau peziarah maupun terhadap masyarakat sekitarnya.”

“Bagi masyarakat setempat keberadaan makam dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Pada saat tertentu, seperti setelah lebaran, jumlah peziarah makam juga bertambah sehingga mendorong munculnya aktivitas ekonomi baru, seperti layanan jasa transportasi dan bahan logistik bagi peziarah,” tulis peneliti. (id)

Komentar